Disnakertrans Jatim Buka Pelatihan Tahap II di BLK Nganjuk, Cetak Tenaga Kerja Ahli yang Dicari Industri

Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto saat mengalungkan tanda peserta secara simbolis dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap II Anggaran DBHCHT 2026 di Aula UPT BLK Nganjuk.

Inti Berita:

  • Investasi SDM: Disnakertrans Jawa Timur resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap II di UPT BLK Nganjuk untuk mencetak tenaga kerja dengan standar global.
  • Empat Kejuruan Unggulan: Sebanyak 64 peserta terpilih akan mengikuti pelatihan intensif di bidang Desain Grafis, Menjahit, Servis Motor Injeksi, dan Las (Plate Welder).
  • Fasilitas Lengkap & Gratis: Program yang didanai oleh DBHCHT 2026 ini memberikan fasilitas penuh, mulai dari bahan praktik, konsumsi, hingga perlindungan asuransi BPJS Ketenagakerjaan.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya

Transformasi Tenaga Ahli Diperebutkan

Nganjuk, Sapapublik – Tantangan dunia kerja saat ini bukan lagi sekadar soal mencari lowongan, melainkan bagaimana tenaga kerja lokal mampu bersaing dengan standar global. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kembali mengambil langkah nyata.

Pada Senin (06/04/2026), Kepala Disnakertrans Prov. Jatim, Sigit Priyanto, S.T., M.M., secara resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap II Anggaran DBHCHT 2026 di Aula UPT BLK Nganjuk. Acara ini menandai dimulainya perjalanan 64 pemuda-pemudi terpilih untuk bertransformasi menjadi tenaga ahli yang siap “diperebutkan” oleh industri.

Bukan Sekadar Rutinitas, Tapi Investasi Masa Depan

Dalam sambutannya, Sigit Priyanto menekankan bahwa pelatihan ini bukanlah sekadar agenda administratif tahunan. Ia menyebutnya sebagai investasi besar negara untuk rakyat.

“Kita tidak hanya berkompetisi dengan sesama tenaga kerja lokal. Pelatihan ini adalah cara kita melakukan Link and Match—menyelaraskan apa yang diajarkan di bengkel kerja dengan kebutuhan nyata di pabrik dan perusahaan,” ujar Sigit di hadapan para peserta.

Sigit juga mengingatkan bahwa kunci sukses di dunia kerja tidak hanya terletak pada hard skill atau keahlian teknis semata. Kedisiplinan dan etika (soft skill) menjadi fondasi utama agar para lulusan BLK nantinya mampu bertahan dan sukses dalam karier jangka panjang.

Menilik 4 Bidang Keahlian yang Dibuka

Kepala UPT BLK Nganjuk, Azis Harnowo, S.P., M.AP, dalam laporannya merinci bahwa 64 peserta yang hadir telah melalui seleksi ketat pada awal April lalu. Mereka terbagi ke dalam empat kelas kejuruan yang memiliki daya serap tinggi di pasar kerja:

  • Desainer Grafis Muda (33 Hari)
  • Menjahit Pakaian Dengan Mesin (33 Hari)
  • Service Sepeda Motor Injeksi (35 Hari)
  • Plate Welder FCAW 3G Up/PF (43 Hari)

Selama masa pelatihan, para peserta akan mendapatkan fasilitas lengkap yang didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Fasilitas tersebut meliputi seragam, modul, bahan praktik habis pakai, konsumsi harian, hingga sertifikat kompetensi dari BNSP bagi mereka yang lulus uji kompetensi.

Sinergi dan Perlindungan Maksimal

Satu hal yang menarik dalam program tahun ini adalah adanya jaminan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh peserta selama masa pelatihan. Hal ini memberikan ketenangan bagi peserta saat melakukan praktik di bengkel kerja yang berisiko.

Langkah masif Disnakertrans Jatim ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Timur secara signifikan, sekaligus menciptakan tenaga kerja mandiri yang profesional dan berdaya saing tinggi.

“Manfaatkan setiap menit di kelas dan bengkel. Jangan takut salah, teruslah bertanya, dan bangun jaringan di antara kalian,” pesan Sigit menutup arahannya.

Apakah kamu tertarik untuk mengikuti pelatihan kompetensi seperti ini di masa mendatang? Sampaikan pendapatmu pada kolom komentar di bawah!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *