Hardiknas 2026 Jadi Panggung Kebangkitan SMK Jatim, Khofifah Bangga Kendaraan Listrik Karya Siswa Mulai Diinden Industri

Gubernur Khofifah saat meninjau hasil karya anak SMK dalam mengembangkan kendaraan listrik.

Inti Berita:

  • Sebanyak 130 SMK di Jawa Timur telah mengembangkan kendaraan listrik berbasis konversi BBM, dari total 481 SMK jurusan otomotif yang terdiri atas 101 SMK negeri dan 380 SMK swasta.
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut karya kendaraan listrik siswa SMK menjadi bukti kesiapan pendidikan vokasi menghadapi era elektrifikasi otomotif dan target Net Zero Emission 2060.
  • Beberapa kendaraan listrik karya siswa SMK bahkan sudah mulai dilirik dan diinden industri, dengan rata-rata Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 50 persen.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya

Hardiknas Berubah Jadi Ajang Unjuk Kemampuan Siswa SMK

Sapapublik – Ada yang menarik dari Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, yang berlangsung berbeda dari biasanya. Bukan hanya pidato dan seremoni pendidikan yang mencuri perhatian, tetapi juga deretan kendaraan listrik hasil karya siswa SMK dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Puluhan kendaraan listrik mulai dari sepeda motor, mobil listrik hingga buggy hasil inovasi siswa dan guru SMK dikonvoikan di kawasan Grahadi. Kehadiran kendaraan-kendaraan tersebut sukses memukau jajaran Forkopimda Jawa Timur serta tamu undangan yang hadir.

Momentum itu menjadi simbol bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur mulai bergerak jauh melampaui ruang praktik sekolah. Dari bengkel-bengkel SMK, kini lahir karya teknologi yang mulai dipandang sebagai bagian dari masa depan industri otomotif nasional.

Khofifah Sebut Siswa SMK Siap Hadapi Era Elektrifikasi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tampak antusias melihat langsung kendaraan listrik karya para siswa. Ia menilai kemampuan siswa SMK Jawa Timur sudah menunjukkan kualitas kompetitif dan siap menjawab kebutuhan industri otomotif masa depan.

Menurut Khofifah, kendaraan listrik yang dipamerkan bukan lagi sekadar proyek praktik sekolah, tetapi telah menjadi bukti nyata kemampuan teknologi generasi muda vokasi Jawa Timur.

“Luar biasa. Anak-anak SMK Jawa Timur membuktikan bahwa mereka memiliki kompetensi, kreativitas, dan kemampuan teknologi yang sangat membanggakan. Kendaraan listrik ini bukan sekadar karya praktik sekolah, tetapi sudah menunjukkan kualitas yang siap bersaing dan menjawab kebutuhan masa depan industri otomotif,” ujarnya.

Ia menilai pengembangan kendaraan listrik menjadi langkah strategis untuk mendukung percepatan penggunaan energi ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Menurut Khofifah, gerakan konversi kendaraan berbahan bakar minyak menuju listrik yang dilakukan siswa SMK menjadi bagian penting dalam mendukung target Net Zero Emission 2060.

“Menurut saya ini menjadi pendorong semangat bagaimana menuju Net Zero Emission 2060. Bagaimana kita mengkonversi energi dari fosil ke nonfosil. Dan itu dimulai dari anak-anak SMK, saya rasa ini keren sekali,” katanya.

Kendaraan Listrik SMK Mulai Dilirik Dunia Industri

Khofifah menjelaskan, karya kendaraan listrik sengaja dipamerkan pada momentum Hardiknas agar masyarakat mengetahui kemampuan luar biasa siswa SMK di Jawa Timur.

Ia berharap semakin banyak industri yang bersinergi dengan sekolah vokasi sehingga inovasi para siswa dapat berkembang lebih jauh.

Selain itu, pengembangan kendaraan listrik oleh SMK dinilai menjadi kontribusi nyata generasi muda Jawa Timur dalam mendukung transisi energi hijau dan menekan emisi gas rumah kaca.

Menariknya, beberapa kendaraan listrik hasil karya SMK disebut telah mulai dilirik industri untuk dikembangkan lebih lanjut dan diproduksi secara massal.

“Yang menarik, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik ini rata-rata sudah mencapai 50 persen. Hanya beberapa komponen tertentu yang masih impor,” ungkapnya.

Dari 481 SMK Otomotif, 130 Sekolah Sudah Kembangkan Kendaraan Listrik

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan bahwa Hardiknas tahun ini menjadi ruang untuk menunjukkan hasil nyata pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Menurut Aries, karya yang dibuat para siswa kini bukan lagi sekadar alat praktik pembelajaran.

“Ini bukti nyata bahwa keterampilan dan kompetensi para siswa kita tidak kalah dengan buatan industri. Yang dibuat para siswa ini bukan lagi sekadar alat praktik, tetapi sudah bisa digunakan oleh pasar,” kata Aries.

Ia menjelaskan, dari total 481 SMK jurusan otomotif di Jawa Timur, sebanyak 130 sekolah telah mengembangkan kendaraan listrik, baik berupa kendaraan baru maupun hasil konversi dari BBM menjadi listrik.

Data Dinas Pendidikan Jawa Timur mencatat, 481 SMK otomotif tersebut terdiri atas 101 SMK negeri dan 380 SMK swasta. Khusus wilayah Surabaya terdapat 37 SMK otomotif, sedangkan di Sidoarjo terdapat 31 SMK otomotif.

Menurut Aries, beberapa SMK bahkan telah menerima permintaan dari perusahaan untuk melakukan konversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik. Hal itu dinilai menjadi peluang besar bagi siswa SMK untuk terus mengembangkan inovasi di bidang otomotif.

“Ini menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar bagi pendidikan vokasi kita. Anak-anak SMK bukan hanya belajar teori, tetapi sudah mampu menghasilkan produk yang dibutuhkan dunia industri,” tegasnya.

Sejumlah SMK Tampilkan Karya Kendaraan Listrik Andalan

Dalam pameran tersebut, sejumlah sekolah turut menampilkan kendaraan listrik hasil karya mereka.

  • SMK Wijaya Putra Surabaya menghadirkan lima unit konversi sepeda motor listrik.
  • SMK Darma Siswa 1 Sidoarjo menampilkan satu sepeda motor listrik dan satu buggy listrik.
  • SMK Antartika 1 Sidoarjo membawa satu mobil listrik.
  • SMK Krian 2 Sidoarjo menghadirkan satu sepeda motor listrik.
  • SMK Senopati Sedati Sidoarjo menampilkan satu sepeda motor listrik.

Deretan kendaraan tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur mulai mengambil peran penting dalam transformasi industri otomotif nasional menuju era kendaraan listrik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *