Inti Berita
- Komitmen TJSL Pendidikan: PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menyambut kunjungan akademik 72 mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Islam Bandung (UNISBA) sebagai wujud nyata pelaksanaan pilar pendidikan dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
- Transformasi Ilmu Akuntansi: Sesi berbagi ini menekankan bahwa akuntansi di industri pelabuhan telah berkembang melampaui metode konvensional, kini mencakup aspek Social Return on Investment (SROI), Sustainability Report, hingga implementasi ESG.
- Sinergi Industri & Akademisi: Kegiatan yang berlangsung di Jalan Tanjung Mutiara 1 Surabaya ini bertujuan menyiapk
- unggul yang relevan dengan kebutuhan industri logistik dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional secara berkelanjutan.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya
Berita Selengkapnya:
Menghubungkan Teori dan Realita di Gerbang Logistik
Surabaya, Sapapublik – Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) masih terasa hangat di sudut-sudut kantor PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Pada Senin, tepatnya tanggal 4 Mei, suasana riuh diskusi memenuhi ruangan saat 72 mahasiswa Jurusan Akuntansi dari Universitas Islam Bandung (UNISBA) menginjakkan kaki di kantor yang beralamat di Jalan Tanjung Mutiara 1 Surabaya tersebut.
Kunjungan akademik ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah sesi berbagi ilmu (sharing session) yang menjadi jembatan antara kurikulum kampus dengan dinamika industri yang sesungguhnya.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret TPS dalam menjalankan amanah Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya pada pilar pendidikan. Di hadapan puluhan calon akuntan masa depan tersebut, TPS membuka cakrawala baru bahwa dunia akuntansi saat ini tidak lagi terkurung dalam pencatatan angka yang kaku.
Akuntansi sebagai Jantung Pengambilan Keputusan
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menjelaskan dengan penuh semangat bahwa peran perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, industri saat ini membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga relevan dengan kemajuan zaman.
“Ilmu akuntansi telah berkembang pesat. Di TPS, kami tidak lagi hanya bicara soal debit dan kredit konvensional. Ilmu ini telah menyentuh peran strategis dalam mengukur dampak sosial melalui Social Return on Investment (SROI) serta penyusunan Sustainability Report yang akuntabel,” ungkap Erika.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor vital kepelabuhanan, TPS secara konsisten memegang teguh prinsip keberlanjutan (sustainability) dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Dalam praktiknya, peran akuntansi menjadi instrumen krusial dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, serta implementasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Hal inilah yang menjadi kunci utama bagi manajemen dalam mengambil keputusan strategis di tengah tantangan global.
Warisan Keamanan dan Integrasi Layanan
Sejarah panjang TPS turut menjadi latar belakang penting dalam sesi diskusi ini. Mahasiswa diajak melihat kembali rekam jejak TPS sebagai terminal pertama di Indonesia yang menerapkan standar internasional keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan, yang dikenal sebagai ISPS Code, sejak bulan Juli 2004.
Evolusi besar pun terjadi pada tanggal 1 Oktober 2021. Pada momen bersejarah tersebut, empat entitas besar yakni Pelindo I, II, III, dan IV secara resmi bergabung menjadi satu wadah besar, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Langkah integrasi ini diambil untuk menyederhanakan layanan dan mendorong standarisasi di seluruh lini.
Sebagai anak usaha dari PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) yang merupakan subholding dalam grup Pelindo, TPS terus melakukan inovasi guna menyelaraskan diri dengan arus perubahan zaman.
Melalui diskusi interaktif yang berlangsung hangat, mahasiswa UNISBA tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga gambaran nyata mengenai peluang serta tantangan profesi akuntan di sektor logistik. TPS berharap, pertemuan ini mampu memperkuat sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi, sekaligus memastikan bahwa kualitas pendidikan nasional terus bergerak maju ke arah yang lebih baik.






