TPS Perketat Efisiensi Operasional Lewat Literasi Finansial Pekerja Non-Keuangan

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; runfunc: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:136; brp_del_th:0.0032,0.0000; brp_del_sen:0.1000,0.0100; motionR: 0; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 3145728;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 285.10123;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 33;zeissColor: bright;

Surabaya, Sapapublik

PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat tata kelola operasional dengan membekali pekerja lintas unit melalui pelatihan Finance for Non-Finance. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap keputusan di lapangan memiliki dasar pertimbangan finansial yang akurat.

Bacaan Lainnya

Bekerja sama dengan Airlangga Institute for Learning and Growth (AILG), pelatihan yang digelar pada 5–6 Februari 2026 di ASEEC Tower Universitas Airlangga ini diikuti oleh 21 pekerja dari bagian operasional, SDM, hingga perencanaan instalasi.

Senior Vice President Keuangan dan Manajemen Risiko TPS, Jeanny Harjono, menegaskan bahwa setiap tindakan operasional di terminal memiliki dampak finansial langsung. “Kami ingin memastikan setiap pekerja mampu berperan strategis. Pemahaman dasar keuangan adalah bekal penting untuk menjawab tantangan bisnis yang semakin kompleks,” ujar Jeanny dalam keterangan resminya, Jumat (6/2).

Dalam program ini, peserta dibekali materi analisis biaya, penganggaran, hingga pengambilan keputusan berbasis data. Melalui peningkatan kompetensi ini, TPS menargetkan kolaborasi lintas unit yang lebih efektif serta akurasi tinggi dalam pelaksanaan program kerja di lingkungan tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *