Inti Berita
- Pemprov Jatim salurkan santunan duka untuk lima petugas gugur di Bromo.
- Masing-masing keluarga korban menerima bantuan tunai sebesar Rp10 juta di Probolinggo.
- Bantuan ini bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga pejuang api yang ditinggalkan.
Sapapublik — Perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berujung tragedi kelam. Lima orang petugas gugur di medan tugas usai terjebak kepungan si jago merah.
Para korban merupakan garda terdepan yang bertaruh nyawa menahan laju api agar tidak merembet ke permukiman warga maupun jalur wisata Bromo.
Kronologi Kepungan Api di Dua Titik Bromo
Musibah ini terjadi pada Kamis (15/10/2026). Titik api mendadak mengamuk hebat dan membakar vegetasi di dua area kritis wilayah Kabupaten Probolinggo:
- Blok Pusung Lingker (Desa Ngadirejo)
- Area Mentigen (Kawasan Cemoro Lawang)
Enam petugas diterjunkan ke lokasi untuk memutus perambatan api. Namun, kombinasi angin kencang, cuaca kering, serta medan perbukitan yang terjal membuat posisi mereka mendadak terkepung kobaran api yang membesar cepat.
Dari enam orang yang bertugas:
- 5 Petugas Gugur: Meninggal dunia di lokasi kejadian karena tak sempat menyelamatkan diri dari kepungan api.
- 1 Petugas Selamat: Berhasil dievakuasi dan saat ini masih berjuang menjalani perawatan medis intensif akibat luka-luka.
Dinsos Jatim Serahkan Bantuan untuk Keluarga Korban
Merespons dampak sosial pascatragedi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial (Dinsos) Jatim menyalurkan bantuan santunan duka kepada para ahli waris pada Selasa (20/10/2026).
Masing-masing keluarga korban gugur menerima santunan tunai sebesar Rp10 juta yang diserahkan langsung oleh Kepala Dinsos Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, M.M.
“Kehilangan anggota keluarga yang menjadi tulang punggung tentu sangat berat. Nilai santunan ini memang tidak sebanding dengan nyawa yang hilang, tetapi kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” ujar Novi.
Alarm Nyata Bahaya Karhutla di Musim Kemarau
Gugurnya lima pejuang api ini menjadi peringatan keras akan tingginya risiko karhutla di kawasan TNBTS Jatim. Kondisi vegetasi yang kering saat musim kemarau membuat area konservasi Gunung Bromo sangat rawan terbakar.
Masyarakat lokal maupun wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun yang berpotensi memicu percikan api saat beraktivitas di sekitar kawasan Bromo.






