Rakor Asisten dan Staf Ahli Kab/Kota Se Jatim di Bakorwil V Jember Bahas Strategi Pembiayaan Kreatif Pembangunan Daerah

Kepala Bakorwil V Jember, Budi Raharjo berfoto bersama Asisten dan Staf Ahli Bupati/Wali Kota se-Jawa Timur

Sapapublik – Rapat Koordinasi (Rakor) Asisten dan Staf Ahli Bupati/Wali Kota se-Jawa Timur di Kantor Bakorwil V Jember, 23–24 Juli 2026, membahas strategi pembiayaan kreatif (creative financing) sebagai solusi memperkuat pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal. Forum bertema “Kolaborasi dan Creative Financial Daerah” itu juga menjadi wadah berbagi praktik baik antardaerah.

Rakor yang dipandu Kepala Bakorwil V Jember, Budi Raharjo, sekaligus memperkenalkan peran Bakorwil sebagai perpanjangan tangan Pemprov Jatim dalam memperkuat koordinasi antarpemerintah daerah. Selain itu, Bakorwil berfungsi sebagai etalase dan koordinator unit pelaksana teknis di wilayah untuk mendorong pemerataan, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kabupaten Pacitan memaparkan pengembangan Jalur Lintas Selatan (JLS) sebagai koridor ekonomi yang menghubungkan sektor pariwisata, perikanan, pertanian, logistik, dan UMKM. Pacitan juga mengembangkan skema pembiayaan kreatif melalui kolaborasi dengan perbankan Himbara, koperasi, serta layanan keuangan digital seperti QRIS, e-wallet, dan digital lending guna memperluas investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kabupaten Jember mempresentasikan capaian pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 sebesar 6,35 persen, tertinggi di Jawa Timur. Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga meningkat dari sekitar Rp700 miliar pada 2024 menjadi Rp1,1 triliun pada 2025 melalui penguatan fiskal, optimalisasi program pusat, serta berbagai insentif bagi masyarakat.

Jember juga memaparkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai penggerak ekonomi daerah. Dari target 400 dapur MBG, sebanyak 220 telah beroperasi dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai Rp3 triliun per tahun. Investasi daerah pun melampaui target, yakni mencapai Rp2,57 triliun dan menyerap sekitar 10.000 tenaga kerja.

Meski demikian, peserta rakor menilai keberhasilan MBG perlu didukung rantai pasok yang kuat, pengawasan keamanan pangan, digitalisasi distribusi, serta penguatan kapasitas UMKM pemasok. Jember telah membentuk kanal pengaduan Wadul Guse, satgas MBG hingga tingkat kecamatan, serta bekerja sama dengan BPOM dalam pengujian laboratorium dan pelatihan keamanan pangan.

Rakor turut menegaskan pentingnya kolaborasi pentaheliks yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, BUMN/Himbara, fintech, UMKM, dan masyarakat. Sebagai tindak lanjut, peserta menyepakati penyusunan standar operasional satgas MBG, dokumentasi pola kemitraan dengan UMKM dan kelompok tani, serta penyusunan data kontribusi MBG terhadap PDRB dan PAD sebagai referensi bagi pemerintah daerah lain. *

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *