Inti Berita:
- Pelantikan Strategis: Menteri Haji dan Umrah RI resmi melantik Gubernur Khofifah Indar Parawansa sebagai Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya bersama 23 petugas lainnya untuk melayani jemaah dari Jawa Timur, Bali, dan NTT.
- Kesiapan Logistik & Manusia: Sebanyak 44.087 jemaah (termasuk 464 petugas kloter) yang terbagi dalam 116 kloter telah dipastikan kesiapannya, mulai dari kelengkapan visa hingga uji kelayakan makanan pesawat (meal test).
- Fokus Pelayanan Khusus: Pemerintah memberikan perhatian ekstra pada jemaah perempuan yang mencapai 54 persen dari total kuota, serta peningkatan kuota untuk lansia, disabilitas, dan jemaah dengan latar belakang pendidikan SD serta Ibu Rumah Tangga.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya
Benteng Pembinaan, Pelayanan, Dan Perlindungan
Surabaya, Sapapublik – Amanah besar kini resmi berada di pundak Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Gedung Musdalifah, Asrama Haji Surabaya, beliau resmi dilantik oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, sebagai Koordinator Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Sebanyak 23 orang petugas yang dilantik membawa misi besar yaitu menjadi benteng pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi puluhan ribu tamu Allah. Gubernur Khofifah menekankan bahwa citra pemerintah daerah dan pusat dipertaruhkan dalam layanan ini. Beliau mengajak seluruh petugas untuk meniatkan pengabdian secara lillahi ta’ala demi mewujudkan kemandirian dan ketahanan penyelenggaraan haji.
Detail Angka dan Peta Perjalanan Jemaah
Data tahun ini menunjukkan skala operasional yang masif. Embarkasi Surabaya akan melayani total 44.087 orang. Angka ini terdiri dari 43.623 jamaah dan didampingi oleh 464 petugas kloter yang akan terbagi dalam 116 kloter.
Jika dibedah berdasarkan wilayah asal, distribusi jemaah adalah sebagai berikut:
- Jawa Timur: 42.409 jamaah.
- Bali: 698 jamaah.
- Nusa Tenggara Timur (NTT): 516 jemaah.
Roda perjalanan haji akan mulai berputar pada 21 April 2026, di mana kloter pertama asal Kabupaten Probolinggo dijadwalkan masuk ke Asrama Haji. Rangkaian pemberangkatan ini akan terus berlanjut hingga kloter terakhir yang dijadwalkan terbang pada 20 Mei 2026, yang terdiri dari jemaah asal Kabupaten Nganjuk, Kabupaten/Kota Kediri, dan Kota Surabaya.
Sentuhan Humanis dan Inovasi Layanan
Gubernur Khofifah tidak hanya fokus pada urusan administratif. Usai pelantikan, beliau bersama Menteri Irfan Yusuf langsung melakukan meal test untuk memastikan kelayakan makanan jemaah selama di pesawat. Salah satu detail yang diperhatikan adalah variasi rasa; penyediaan sambal atau bumbu pedas dibuat terpisah agar bisa disesuaikan dengan selera masing-masing jemaah yang beragam.
Di sisi lain, Menteri Mochamad Irfan Yusuf membawa kabar baik mengenai kesiapan dokumen. Beliau mengonfirmasi bahwa seluruh visa jemaah haji Indonesia sudah terbit. Ini merupakan hasil kerja keras tim yang dipersiapkan bahkan lebih dari sebulan sebelum keberangkatan.
Perhatian Khusus untuk Jemaah Perempuan dan Lansia
Tahun 2026 menandai pergeseran demografis yang signifikan dalam penyelenggaraan haji. Menteri Irfan memaparkan bahwa jemaah perempuan mendominasi dengan persentase sekitar 54.0 persen, sementara sisanya adalah jemaah laki-laki. Selain itu, terdapat penambahan kuota khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas.
Melihat data bahwa mayoritas jemaah tahun ini adalah lulusan SD dan berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga, PPIH diminta memberikan perhatian yang lebih “menenangkan”. Sinergi lintas sektor antara aspek transportasi, kesehatan, hingga keamanan menjadi harga mati agar jemaah dapat beribadah dengan tenang, aman, dan responsif terhadap dinamika di lapangan.
“Semangat pengabdian harus sama, dengan satu standar pelayanan yang bermutu,” tegas Menteri Irfan menutup rangkaian pelantikan di hari Jumat yang penuh berkah tersebut.






