Inti Berita:
- Ekspansi Investasi & Industri: Peresmian pabrik melamin baru di Gresik dan penjajakan serius teknologi panel surya (energi bersih) untuk mengejar target Net Zero Emission.
- Revolusi Sapi Perah: Rencana adopsi bibit sapi unggul asal Tiongkok yang mampu memproduksi 50 liter susu per hari untuk memperkuat ketahanan pangan Jatim.
- *Upgrade S.DM & Birokrasi: Kolaborasi BPSDM Jatim dengan pihak RRT guna meningkatkan kompetensi, inovasi, dan kapasitas vokasi para ASN serta tenaga kerja lokal.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya:
Sambut Dubes, Siapkan Langkah Kongret
Surabaya, Sapapublik – Pintu kerja sama internasional Jawa Timur kembali terbuka lebar. Selasa (7/4), suasana di Gedung VIP Bandara Juanda, Sidoarjo, tampak hangat saat Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyambut kedatangan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, HE. Mr. Wang Lutong.
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni diplomasi biasa, melainkan langkah konkret untuk memperkuat otot ekonomi Jawa Timur di kancah global.
Menanam Investasi, Menuai Energi Bersih
Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah realisasi investasi industri. Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa hari ini dijadwalkan peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik melamin di Gresik.
Tak berhenti di sana, kedua pihak mulai serius membicarakan transisi energi. Tiongkok, yang dikenal sebagai pemimpin pasar panel surya dunia, diharapkan dapat mentransfer teknologi mereka ke Jawa Timur guna mendukung gerakan energi non-fosil.
“Diskusi dan tindak lanjut akan kita maksimalkan. Ini sejalan dengan komitmen kita menuju target emisi nol bersih pada 2060,” tegas Khofifah di sela-sela pertemuan.
Ambisi 50 Liter Susu Per Hari
Sektor pangan juga mendapat perhatian khusus, terutama industri persusuan. Khofifah secara spesifik melirik produktivitas sapi perah asal Tiongkok yang luar biasa. Jika rata-rata sapi perah biasa hanya menghasilkan belasan hingga dua puluh liter, bibit unggul dari Tiongkok terbukti mampu menghasilkan hingga 50 liter susu per hari.
Pemprov Jatim berambisi mendatangkan bibit ini untuk mendongkrak produksi susu nasional. Dengan pemeliharaan yang tepat, lompatan kuantitas ini diharapkan mampu menyejahterakan peternak lokal sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Mencetak ASN dan Tenaga Kerja yang Inovatif
Selain infrastruktur dan ternak, “investasi” pada manusia menjadi pilar ketiga dalam pertemuan ini. Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur, Khofifah ingin ASN di Jatim memiliki standar kompetensi internasional.
Kerja sama ini mencakup pelatihan inovasi birokrasi dan pengembangan pendidikan vokasi agar tenaga kerja Jatim siap diserap oleh industri-industri besar yang masuk.
Duta Besar Wang Lutong memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Khofifah yang dinilai berhasil menjaga iklim investasi tetap kondusif. Ia pun berjanji akan terus mendorong lebih banyak investor Tiongkok untuk melirik Jawa Timur sebagai mitra strategis utama di Indonesia.
Sebagai penutup yang manis, Khofifah tak lupa mempromosikan durian dan salak unggulan Jatim yang kini mulai digemari di pasar Tiongkok. Baginya, hubungan ini harus berjalan dua arah: industri mereka masuk, produk UMKM dan pertanian kita pun harus menguasai pasar mereka.






