Inti Berita:
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jawa Timur berhasil menurunkan potensi curah hujan hingga 74 persen dalam tiga hari terakhir.
- Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak memastikan kesiapan operasi dengan meninjau langsung Posko OMC di Lanudal Juanda.
- Hingga kini, OMC telah dilakukan 10 sortie dengan total hampir 20 jam penerbangan dan penyebaran puluhan ton bahan semai.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya
Lihat postingan ini di Instagram
Berita Selengkapnya
Sidoarjo, Sapapublik
Suasana di Baseops Lanudal Juanda, Sidoarjo, tampak lebih dinamis dari biasanya. Aktivitas koordinasi dan persiapan penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus berlangsung, seiring upaya mengantisipasi potensi cuaca ekstrem menjelang Lebaran.
Di tengah aktivitas tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, hadir langsung meninjau Posko OMC pada Kamis (19/3/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah memastikan kesiapan seluruh tim dalam menjaga kondisi cuaca tetap terkendali di periode krusial.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda Taufiq Hermawan, unsur Lanudal Juanda, serta tim teknis dari pihak terkait.
Efektivitas OMC Turunkan Curah Hujan
Di dalam posko, Wagub menerima paparan mengenai perkembangan kondisi atmosfer sejak 16 Maret hingga proyeksi menjelang dan pasca Lebaran. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa intervensi melalui OMC mulai memberikan dampak nyata.
Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, dalam tiga hari terakhir intensitas hujan di sejumlah wilayah berhasil ditekan dari kategori sangat lebat menjadi ringan, dengan tingkat efektivitas mencapai 74 persen.
“Saya kira ini yang perlu disampaikan kepada masyarakat, bahwa apa yang Pemerintah Provinsi lakukan ternyata cukup berdampak bagi pengurangan curah hujan sekaligus mengurangi potensi risiko bencana hidrometeorologi,” ujar Emil.
Ia menegaskan, upaya ini menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat, khususnya dari ancaman banjir dan longsor yang berpotensi meningkat saat periode mudik dan Lebaran.
Detail Operasi dan Wilayah Sasaran
Pada hari yang sama, pelaksanaan OMC dilakukan dalam tiga kali sortie. Wilayah sasaran meliputi Mojokerto, Jombang, Lamongan bagian selatan, Malang, hingga Blitar. Total bahan semai yang digunakan mencapai 3.000 kilogram kalsium oksida (CaO).
Secara keseluruhan, hingga saat ini OMC telah dilaksanakan sebanyak 10 sortie dengan total waktu penerbangan mencapai 19 jam 53 menit. Adapun bahan semai yang telah disebar meliputi 8.800 kilogram CaO dan 21.000 kilogram natrium klorida (NaCl).
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam melakukan mitigasi bencana secara terukur. Dengan upaya tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjalani aktivitas menjelang hingga pasca Lebaran dengan lebih aman dan nyaman di tengah potensi cuaca ekstrem.






