Malam 27 Ramadan di Al Akbar, 35 Ribu Jemaah Larut dalam Qiyamul Lail dan Doa Perdamaian Dunia

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melaksanakan _Qiyamul Lail_ serta Sahur bersama lebih dari 35 ribu jemaah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Selasa (17/3).

Inti Berita:

  • Lebih dari 35 ribu jemaah mengikuti qiyamul lail dan sahur bersama di Masjid Al Akbar Surabaya pada malam ke-27 Ramadan.
  • Gubernur Khofifah mengajak doa bersama untuk perdamaian dunia dan kelancaran ibadah haji di tengah situasi global.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya

Surabaya, Sapapublik

Suasana Masjid Nasional Al Akbar Surabaya pada Selasa dini hari (17/3) terasa berbeda. Ribuan jemaah memadati setiap sudut masjid untuk melaksanakan qiyamul lail di malam ke-27 Ramadan yang nerupakan salah satu malam yang diyakini penuh keutamaan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak turut hadir, menyatu bersama lebih dari 35 ribu jemaah dalam rangkaian ibadah malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat spiritualitas sekaligus menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan.

“Semoga Allah memberikan kesempatan, kesehatan, dan keikhlasan bagi kita untuk menyisir 10 hari terakhir Ramadan,” ujar Khofifah di hadapan jemaah.

Doa untuk Dunia dan Harapan Ibadah Haji

Tak hanya berfokus pada ibadah personal, Khofifah juga mengajak jemaah memperluas doa untuk kondisi global. Ia menyinggung konflik yang terjadi di Timur Tengah dan berharap perdamaian segera terwujud.

Menurutnya, stabilitas kawasan sangat penting, terutama bagi kelancaran ibadah haji yang akan datang. Ia menegaskan bahwa kemampuan berhaji bukan hanya soal finansial, tetapi juga menyangkut keamanan dan keselamatan.

“Semoga perang segera berhenti dan Allah memberikan kedamaian, khususnya di Saudi Arabia yang bersiap menerima tamu-tamu Allah,” tuturnya.

Rangkaian Ibadah yang Menguatkan Istiqomah

Qiyamul lail diawali dengan muhasabah melalui dzikir dan kalimat thoyibah yang dipimpin Imam Masjid Al Akbar, Ustadz Achmad Muzakki. Suasana hening dan khusyuk menyelimuti jamaah yang kemudian melanjutkan dengan salat tahajud, tasbih, hajat, hingga doa bersama.

Momentum ini diharapkan tidak berhenti di Ramadan saja. “Qiyamul lail di 10 malam terakhir ini diharapkan melatih kita untuk istiqomah di 11 bulan berikutnya,” jelasnya.

Sahur Bersama, Kebersamaan yang Hangat

Usai rangkaian ibadah, suasana beralih menjadi hangat dan penuh kebersamaan. Khofifah bersama Wakil Gubernur Emil dan cucunya, Aila, ikut sahur bersama jemaah di selasar masjid.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial menyiapkan sekitar 10 ribu paket nasi untuk para jemaah. Senyum dan sapaan hangat menyertai pembagian makanan sahur tersebut.

“Selamat makan sahur semuanya,” ucap Khofifah.

Apresiasi untuk Relawan dan Jemaah

Di akhir kegiatan, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk panitia dan relawan Gen Z yang berkontribusi dalam terselenggaranya acara besar ini.

Ia berharap kebersamaan dan semangat ibadah yang terbangun di malam itu dapat terus terjaga, bahkan setelah Ramadan usai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *