Penguatan karakter, moderasi Islam, dan persatuan bangsa menjadi pesan utama Rakernas di Surabaya
Surabaya, Sapapublik
Khofifah Indar Parawansa menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) di Surabaya, Sabtu (14/2). Forum nasional ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum penguatan peran kyai dan santri dalam menjaga persatuan serta stabilitas sosial masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Djamari Chaniago serta Ketua Umum JKSN KH Asep Saifuddin Chalim. Rakernas dirangkaikan dengan peresmian Kantor Pusat JKSN sebagai pusat koordinasi jaringan kyai dan santri dari berbagai daerah di Indonesia.
Rumah Besar Kyai-Santri untuk Masyarakat
Gubernur Khofifah menekankan pentingnya menjadikan organisasi berbasis pesantren sebagai “rumah besar” yang menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat. Ia mendorong agar jaringan kyai dan santri berperan aktif memperkuat nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin sekaligus menjawab tantangan kebangsaan.
Menurutnya, penguatan karakter akhlakul karimah dan keseimbangan antara kearifan lokal serta wawasan global menjadi fondasi penting dalam membangun bangsa. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, akan berdampak langsung pada terciptanya harmoni sosial dan ketahanan nasional.
Bagi masyarakat, penguatan peran pesantren dan organisasi keagamaan moderat dinilai strategis dalam merawat toleransi, memperkuat literasi kebangsaan, serta mencegah polarisasi sosial.
Lihat postingan ini di Instagram
Menghidupkan Spirit Sejarah untuk Ketahanan Bangsa
Dalam kesempatan yang sama, Menko Polkam Djamari Chaniago mengingatkan kembali peran ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menyinggung peristiwa heroik 10 November di Surabaya yang menjadi tonggak sejarah nasional.
Spirit perjuangan tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan dalam konteks kekinian melalui pengabdian nyata kepada masyarakat, penguatan moral generasi muda, serta kontribusi aktif dalam menjaga stabilitas nasional.
Pesan ini relevan bagi masyarakat luas karena ketahanan sosial dan keamanan nasional tidak hanya bertumpu pada aparat negara, tetapi juga pada partisipasi aktif tokoh agama, pendidik, dan komunitas pesantren.
@sapapublikcom #khofifahindahparawansa #nadhatululamaindonesia #jawatimur #pergunu ♬ suara asli – media sapa publik
Pesantren sebagai Pilar Pendidikan dan Moderasi
Ketua Umum JKSN KH Asep Saifuddin Chalim menegaskan bahwa pesantren telah lama menjadi pusat pendidikan karakter dan perjuangan bangsa. Sejak sebelum Indonesia merdeka, pesantren telah menjalankan fungsi pendidikan sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menjaga dan mengembangkan paham Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang moderat dan inklusif sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Transformasi orientasi perjuangan, menurutnya, kini harus diarahkan pada pencapaian kesejahteraan dan keadilan sosial.
Bagi masyarakat, penguatan pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai menjadi penting dalam membangun generasi yang berkarakter, toleran, serta memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.
Manfaat Strategis bagi Publik
Rakernas Pergunu dan JKSN di Surabaya menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah dan jaringan ulama-santri memiliki dampak strategis bagi masyarakat. Konsolidasi ini memperkuat:
- Pendidikan karakter dan moderasi beragama.
- Stabilitas sosial di tengah dinamika politik dan globalisasi.
- Peningkatan peran komunitas pesantren dalam pembangunan daerah dan nasional.
Dengan penguatan jaringan dan komitmen bersama, kyai dan santri diharapkan terus menjadi penjaga nilai persatuan serta penggerak kesejahteraan masyarakat.






