Lestarikan Budaya Lokal, Disbudpar Jatim Bersama Komisi E DPRD Jatim Gelar Guyon Maton Cak Percil di Unitomo

Anggota Komisi E DPRD Jatim Rasiyo, didampingi Kabid Kebudayaan Disbudpar Jatim Sadari dan Rektor Unitomo Siti Marwiyah berfoto bersama dalam pembukaan pagelaran Guyon Maton Percil Cs di Unitomo

Surabaya, Sapapublik

Dalam upaya memperkuat akar budaya bangsa di tengah gempuran budaya asing, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Komisi E DPRD Jawa Timur menggelar pertunjukan seni budaya “Guyon Maton” yang menghadirkan seniman populer Cak Percil Cs. Acara yang berlangsung meriah ini dipusatkan di halaman Kampus Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Sabtu malam (14/2/2026).

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Rasiyo, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan dan pengabdian masyarakat dalam menjaga kelestarian seni tradisional seperti Ludruk dan Campursari agar tidak punah.

“Kami ingin memfasilitasi para seniman agar memiliki wadah untuk tampil. Budaya Jawa Timur, khususnya Ludruk, harus terus kita uri-uri (lestarikan) agar anak muda kita lebih mencintai budaya sendiri ketimbang budaya asing,” ujar sosok yang akrab disapa Paklik Rasiyo tersebut.

Senada dengan hal tersebut, mewakili Kadisbudpar Jatim yang berhalangan hadir Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Jatim, Sadari, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan implementasi nyata dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. “Ini adalah langkah perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan budaya. Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari DPRD Jatim dan Unitomo yang telah memfasilitasi sinergitas ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Unitomo, Siti Marwiyah menyambut hangat kehadiran para seniman di lingkungan kampus. Menurutnya, kampus bukan sekadar pusat teknologi, melainkan juga ruang peradaban yang harus tetap berpijak pada nilai-nilai leluhur.

“Kampus adalah rumah bagi tumbuhnya nilai budaya. Kehadiran Cak Percil malam ini diharapkan dapat menghibur sekaligus mengedukasi warga Surabaya dan mahasiswa bahwa budaya adalah cermin peradaban kita,” kata Siti Marwiyah.

Sebagai bentuk apresiasi bagi warga yang hadir, Rektor Unitomo bahkan secara spontan menawarkan potongan biaya pendidikan (diskon) bagi para pelajar SMA/SMK yang hadir di lokasi dan berencana melanjutkan studi di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo).

Acara ditutup dengan pembagian 14 macam doorprize, termasuk hadiah utama berupa sepeda listrik, yang menambah antusiasme warga meskipun sempat diwarnai rintik hujan. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap sinergi antara legislatif, eksekutif, dan akademisi dapat terus menjaga eksistensi seni tradisional di Jawa Timur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *