Surabaya, Sapapublik
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menyebut program pemagangan ke Jepang telah menjadi salah satu program unggulan pengembangan sumber daya manusia yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia. Selama lebih dari tiga dekade pelaksanaannya, program tersebut telah melahirkan puluhan ribu alumni yang kini berkiprah di berbagai sektor usaha.
Hal itu disampaikan Perwakilan Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kemnaker RI, Isnan Rahardi, saat menghadiri pembukaan rekrutmen dan seleksi peserta pemagangan Jepang di Asrama Transito Disnakertrans Jawa Timur, Surabaya, Senin (22/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti 215 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Menurut Isnan, program pemagangan Jepang telah berjalan selama lebih dari 33 tahun melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan IM Japan. Dalam kurun waktu tersebut, lebih dari 50 ribu peserta telah diberangkatkan untuk belajar sekaligus bekerja di berbagai perusahaan di Jepang.
“Selama lebih dari tiga dekade, program ini telah memberangkatkan lebih dari 50 ribu peserta ke Jepang. Banyak alumni yang setelah kembali ke Indonesia mampu membuka usaha sendiri, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi penggerak ekonomi di daerah masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang diberangkatkan. Lebih dari itu, program pemagangan telah menghasilkan alumni yang sukses mengembangkan usaha di bidang pertanian, peternakan, otomotif, jasa, hingga mendirikan lembaga pelatihan kerja.
Bahkan, sebagian alumni kini telah menjadi pemasok bagi perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Pengalaman kerja, keterampilan teknis, serta budaya disiplin yang diperoleh selama berada di Jepang menjadi modal penting dalam mengembangkan usaha setelah kembali ke tanah air.
Menurut Isnan, peluang mengikuti program pemagangan ke Jepang masih terbuka lebar karena kebutuhan tenaga kerja di negara tersebut masih cukup tinggi. Karena itu, peserta seleksi diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mempersiapkan diri secara maksimal sejak tahap awal.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik bangsa selama mengikuti program pemagangan. Para peserta tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga mewakili keluarga, daerah, dan negara Indonesia di mata masyarakat Jepang.
“Kewajiban utama peserta adalah menjaga nama baik Indonesia. Kesuksesan program ini sangat ditentukan oleh sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku,” tegasnya.
Isnan berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses seleksi dengan sungguh-sungguh dan tidak takut menghadapi persaingan. Menurutnya, program pemagangan ke Jepang dapat menjadi langkah awal menuju kesuksesan sekaligus bekal dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. *

