Sapapublik – Akses layanan rehabilitasi yang berkualitas masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Melalui program fisioterapi gratis, Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Netra (UPT RSBN) Malang Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur berupaya membantu masyarakat kategori Desil 1–5 memperoleh layanan terapi tanpa terbebani biaya.
Program yang dijalankan secara berkelanjutan ini menjadi salah satu bentuk upaya Dinsos Jatim menghadirkan layanan rehabilitasi yang lebih mudah dijangkau dan tepat sasaran. Fisioterapis UPT RSBN Malang memberikan terapi berdasarkan kebutuhan masing-masing pasien agar proses pemulihan berjalan lebih optimal.
Setiap pasien terlebih dahulu menjalani asesmen untuk mengetahui tingkat gangguan fungsional yang dialami. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar penyusunan program terapi individual, mulai dari latihan terapeutik, penggunaan modalitas fisioterapi sesuai indikasi, edukasi, hingga evaluasi perkembangan secara berkala.
Kepala UPT RSBN Malang Anantya Wulandari mengatakan layanan fisioterapi gratis merupakan bagian dari komitmen Dinsos Provinsi Jawa Timur dalam memperluas akses rehabilitasi bagi kelompok rentan.
“Melalui pelayanan fisioterapi gratis ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan rehabilitasi yang berkualitas tanpa terkendala biaya. Dengan terapi yang tepat dan berkesinambungan, diharapkan kemampuan fungsional, kemandirian, serta kualitas hidup pasien dapat terus meningkat,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Tidak hanya memberikan terapi, fisioterapis juga membekali pasien dan keluarganya dengan edukasi mengenai latihan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Mereka juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi terapi serta langkah-langkah pencegahan agar kondisi pasien tidak kembali memburuk.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung keberhasilan rehabilitasi secara menyeluruh. Melalui layanan yang profesional, humanis, dan inklusif, UPT RSBN Malang terus memperkuat perannya sebagai penyedia layanan rehabilitasi sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Program fisioterapi gratis ini diharapkan dapat membantu lebih banyak warga meningkatkan kemampuan fungsional, memperkuat kemandirian, dan mendukung kualitas hidup yang lebih baik.*






