Surabaya, Sapapublik
International Manpower Development Organization Japan (IM Japan) menyatakan perusahaan-perusahaan di Jepang masih menaruh kepercayaan tinggi kepada peserta pemagangan asal Indonesia. Kepercayaan tersebut dibangun melalui rekam jejak para peserta Indonesia yang dinilai memiliki disiplin, etos kerja, dan kemampuan beradaptasi yang baik.
Pernyataan itu disampaikan Perwakilan IM Japan, Nur Hidayah, saat menghadiri pembukaan rekrutmen dan seleksi peserta pemagangan Jepang di Asrama Transito Disnakertrans Jawa Timur, Surabaya, Senin (22/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan IM Japan yang telah berlangsung selama puluhan tahun
Nur Hidayah mengatakan kerja sama program pemagangan Indonesia dan Jepang telah berjalan sekitar 33 tahun. Selama periode tersebut, sekitar 55 ribu peserta telah diberangkatkan untuk mengikuti program pemagangan di berbagai perusahaan Jepang.
Saat ini tercatat sekitar 6.800 peserta Indonesia masih menjalani program pemagangan di Jepang. Mereka bekerja di berbagai sektor industri sesuai kebutuhan perusahaan dan bidang keterampilan masing-masing.
Menurut Nur Hidayah, Indonesia menjadi negara yang paling banyak diminati perusahaan Jepang dibandingkan sejumlah negara mitra lainnya seperti Thailand, Vietnam, Sri Lanka, dan Bangladesh. Tingginya minat tersebut menunjukkan kualitas tenaga kerja Indonesia mendapat pengakuan dari dunia industri Jepang.
“Kami bersyukur karena berdasarkan penilaian perusahaan di Jepang, peserta Indonesia termasuk yang terbaik. Bahkan sekitar 70 persen permintaan peserta dari perusahaan Jepang ditujukan untuk Indonesia,” katanya.
Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi para alumni pemagangan yang selama ini mampu menjaga disiplin, etika, dan profesionalisme selama bekerja di Jepang. Keberhasilan para alumni menjadi modal penting dalam menjaga kepercayaan perusahaan Jepang terhadap tenaga kerja Indonesia.
Nur Hidayah meminta peserta yang mengikuti seleksi agar mempersiapkan diri dengan baik dan menjaga sikap apabila nantinya lolos mengikuti program pemagangan. Menurutnya, setiap peserta merupakan duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di luar negeri.
“Tolong jaga perilaku, disiplin, dan semangat kerja. Kepercayaan yang sudah dibangun oleh para senior dan alumni harus terus dijaga bahkan ditingkatkan,” tegasnya.
Ia menambahkan peserta yang lolos seleksi akan mengikuti pelatihan secara bertahap untuk meningkatkan kemampuan bahasa, kedisiplinan, dan keterampilan kerja sebelum diberangkatkan ke Jepang. Setelah menyelesaikan masa magang, peserta diharapkan kembali ke Indonesia dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi melalui usaha maupun penciptaan lapangan kerja baru. *






