Inti Berita:
- Kemandirian Ekonomi Baru: Dinas Sosial Jawa Timur resmi meresmikan Kodifa Jawara sebagai wadah koperasi inklusif untuk memperkuat ekosistem ekonomi penyandang disabilitas.
- Momentum Strategis: Soft launching dilaksanakan tepat pada HUT ke-2 Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT Gadisku Surabaya, Rabu, 22 April 2026.
- Akses Luas: Koperasi ini dirancang untuk memperluas akses modal, pengembangan keterampilan, hingga kolaborasi usaha demi kesejahteraan nyata anggota.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya:
Menanam Harapan di Tengah Kemandirian
Surabaya, Sapapublik – Rabu, 22 April 2026, suasana di UPT Gadisku Surabaya terasa lebih hangat dari biasanya. Di balik perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT Gadisku (Gadisku) Surabaya, terselip sebuah langkah besar yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial (Dinsos) Jatim.
Sebuah “rumah ekonomi” baru resmi diperkenalkan kepada publik: Koperasi Difabel Jawa Timur Sejahtera, atau yang kini akrab disebut Kodifa Jawara.Bagi banyak penyandang disabilitas di Jawa Timur, kehadiran Kodifa Jawara bukan sekadar seremoni soft launching biasa.
Ini adalah jawaban atas tantangan kemandirian ekonomi yang selama ini sering terbentur tembok aksesibilitas. Melalui tangan dingin Dinsos Jatim, koperasi ini hadir untuk memastikan bahwa setiap kreativitas yang lahir dari tangan-tangan istimewa memiliki tempat untuk tumbuh secara profesional.
Kepala Dinsos Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, M.M., yang hadir langsung dalam momentum tersebut, menegaskan bahwa kemandirian bukanlah kata yang mustahil bagi teman-teman difabel.
Beliau menyampaikan bahwa Kodifa Jawara adalah simbol semangat bersama untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata. Koperasi ini bukan hanya tentang simpan pinjam, melainkan sebuah ekosistem yang mendukung kegiatan usaha dari hulu ke hilir.
#Sinergi di Balik Angka dan Usia
Pemilihan waktu peluncuran ini pun tidak sembarangan. Selama 2 tahun terakhir, Gadisku Surabaya telah membuktikan diri sebagai ruang tumbuh yang sehat. Di usia yang ke-2.0 ini, Gadisku telah menjadi saksi bisu bagaimana potensi-potensi besar dari penyandang disabilitas terpancar melalui berbagai karya.
Dengan hadirnya Kodifa Jawara, Dinsos Jatim ingin membawa capaian selama 2 tahun tersebut ke level yang lebih tinggi yaitu level kemandirian ekonomi secara berkelanjutan. Novi berharap koperasi ini dapat menjadi rumah bersama yang benar-benar nyata memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan akses modal bagi anggotanya.
Langkah ini menjadi penanda kuat bahwa inklusi bukan lagi sekadar slogan di Jawa Timur. Dengan Kodifa Jawara, kesetaraan hak untuk sejahtera kini memiliki wadah formal yang kokoh, memastikan tidak ada satu pun penyandang disabilitas yang tertinggal dalam laju roda ekonomi provinsi.






