Inti Berita:
- Stok LPG & BBM Aman: Gubernur Khofifah menegaskan pasokan energi di Jawa Timur dalam kondisi mencukupi dan masyarakat diimbau belanja dengan bijak.
- Satgas Pengawas Diperketat: Pemprov Jatim mengaktifkan Tim Koordinasi khusus untuk memelototi distribusi hingga tingkat pangkalan guna mencegah spekulan dan penimbunan.
- Solusi Cepat di Daerah: Kendala distribusi di Banyuwangi dan Bojonegoro telah tertangani melalui skema extra dropping hingga 173% dari kuota normal.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya:
Komitmen Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Surabaya, Sapapublik – Di tengah dinamika kebutuhan energi masyarakat, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bergerak cepat untuk memastikan ketenangan warga.
Dalam keterangannya di Surabaya (7/4), Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam mengonsumsi LPG maupun BBM. Pesan utamanya jelas yaitu jangan ada panic buying.
Khofifah menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Pemprov Jatim terus memperkuat sinergi dengan Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, hingga aparat TNI/Polri yang tergabung dalam Satgas Pangan.
Tujuannya satu, yakni memastikan aliran energi dari agen hingga kje tangan konsumen tidak tersumbat oleh tangan-tangan nakal atau spekulan yang mencari keuntungan pribadi.
Langkah Nyata Melalui Payung Hukum
Bukan sekadar imbauan, keseriusan Pemprov Jatim juga dibuktikan dengan penguatan tata kelola. Melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/150/013/2025, telah dibentuk Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian LPG Tabung 3 Kilogram. Tim ini bertugas mengawasi distribusi agar benar-benar tepat sasaran.
Gubernur juga menyoroti penggunaan LPG subsidi yang masih kerap ditemukan di sektor yang tidak seharusnya, seperti hotel, restoran besar, hingga usaha laundry.
Melalui tim ini, sosialisasi akan digencarkan agar sektor usaha yang mampu beralih menggunakan LPG nonsubsidi (Bright Gas), sehingga jatah rakyat kecil tetap terjaga.
Menjawab Isu Kelangkaan di Lapangan
Menanggapi kabar miring soal kelangkaan di beberapa titik seperti Banyuwangi dan Bojonegoro pada Maret lalu, Khofifah memberikan klarifikasi mendalam.
Menurutnya, yang terjadi bukanlah kekurangan stok, melainkan hambatan distribusi akibat lonjakan permintaan sesaat di tingkat pengecer.
Di Banyuwangi, misalnya, pemerintah telah mengguyur pasar dengan extra dropping mencapai 103.600 tabung atau melonjak 163 persen dari pengiriman reguler.
Langkah serupa juga dilakukan di Bojonegoro dengan memprioritaskan pangkalan yang stoknya menipis.
Belanja di Pangkalan Resmi
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengingatkan masyarakat untuk selalu membeli LPG di pangkalan resmi guna mendapatkan harga sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) dan terjamin keasliannya.
Dengan pengawasan ketat dari hulu ke hilir, diharapkan stabilitas ekonomi Jawa Timur tetap terjaga tanpa ada gangguan pasokan energi yang berarti.






