Rangkuman Berita:
- Disnakertrans Jatim akan menggelar Job Fair 2026 bertema “Skill Fest” pada 28–29 Oktober di Grand City Surabaya dengan fokus mempertemukan perusahaan dan tenaga kerja terampil.
- Job Fair tidak hanya menyediakan lowongan kerja, tetapi juga menghadirkan layanan konsultasi ketenagakerjaan, BLK, hubungan industrial, pengawasan ketenagakerjaan, hingga layanan khusus bagi penyandang disabilitas melalui platform JATIM BISSA.
- Sebanyak 23 perusahaan telah mendaftar dari target 60 peserta. Disnakertrans Jatim menerapkan kurasi ketat untuk memastikan perusahaan peserta patuh terhadap aturan ketenagakerjaan dan menawarkan lowongan kerja yang berkualitas.
Sapapublik – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur mulai mempersiapkan penyelenggaraan Job Fair 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Grand City Surabaya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, agenda bursa kerja kali ini mengusung konsep “Skill Fest” yang menitikberatkan pada penempatan tenaga kerja yang telah memiliki kompetensi atau keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto melalui Kepala Bidang Perluasan Kerja dan Penempatan Kerja, Purwanti Utami, menjelaskan konsep tersebut dipilih untuk memperkuat kualitas penempatan tenaga kerja sekaligus menjembatani kebutuhan perusahaan dengan pencari kerja yang memiliki keahlian spesifik.
Menurutnya, penyelenggaraan Job Fair 2026 tidak lagi hanya menjadi ajang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan tenaga kerja yang lebih siap bersaing di pasar kerja.
“Konsep tahun ini adalah Skill Fest. Kami ingin lebih banyak memfasilitasi pencari kerja yang sudah memiliki keterampilan sehingga peluang terserap di dunia kerja semakin besar,” ujarnya.
Sebagai bagian dari persiapan, Disnakertrans Jatim telah melakukan penyaringan calon peserta melalui berbagai layanan penempatan kerja, termasuk job fair berbasis daring. Langkah tersebut dilakukan agar pencari kerja yang mengikuti kegiatan memiliki kesiapan yang lebih baik ketika bertemu dengan perusahaan.
Selain menghadirkan puluhan perusahaan pembuka lowongan, Job Fair 2026 juga menyediakan berbagai layanan ketenagakerjaan dalam satu lokasi. Pengunjung dapat memanfaatkan layanan konsultasi, informasi hubungan industrial, pengawasan ketenagakerjaan, layanan Balai Latihan Kerja (BLK), konsultasi perizinan tenaga kerja hingga layanan penempatan tenaga kerja.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa layanan Disnakertrans jauh lebih luas daripada sekadar bursa kerja. Ada berbagai layanan konsultasi dan pendampingan yang bisa dimanfaatkan, baik oleh pencari kerja maupun perusahaan,” jelasnya.
Aspek inklusivitas juga tetap menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Job Fair tahun ini. Disnakertrans Jatim menyiapkan layanan khusus bagi pencari kerja penyandang disabilitas melalui platform JATIM BISSA (Basis Data Disabilitas Berdaya) yang dikembangkan bersama Telkom University sebagai sarana mempertemukan penyandang disabilitas dengan perusahaan yang membuka kesempatan kerja secara inklusif.
“Kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas tetap menjadi perhatian kami. Platform ini membantu mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja disabilitas sesuai kebutuhan masing-masing,” katanya.
Hingga tahap awal persiapan, sebanyak 23 perusahaan telah menyatakan bergabung dari target sekitar 60 perusahaan peserta. Disnakertrans Jatim menerapkan proses seleksi terhadap perusahaan agar seluruh peserta memenuhi ketentuan ketenagakerjaan.
Kurasi dilakukan dengan melihat kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban pelaporan ketenagakerjaan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, pelaporan hasil penempatan tenaga kerja setelah kegiatan berlangsung, serta kualitas lowongan pekerjaan yang ditawarkan.
“Kami ingin memastikan perusahaan yang berpartisipasi benar-benar kredibel dan mampu memberikan peluang kerja yang jelas. Perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan tidak akan kami libatkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Job Fair 2026 akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dunia industri hingga lembaga pendidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses kesempatan kerja bagi masyarakat Jawa Timur sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja.
“Pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas. Meskipun anggaran terbatas, kami berkomitmen memberikan layanan ketenagakerjaan yang optimal,” pungkasnya.*






