Sidoarjo, Sapapublik
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan senilai Rp 3,016 miliar kepada warga Kabupaten Sidoarjo sebagai bagian dari strategi terpadu memperkuat perlindungan sosial dan mendorong kemandirian ekonomi rakyat. Program ini menyasar kelompok rentan, pelaku usaha mikro, serta desa agar kesejahteraan masyarakat meningkat secara berkelanjutan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kebijakan bantuan yang dijalankan Pemprov Jatim tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dan produktif.
“Bantuan ini kami rancang sebagai ikhtiar membangun kemandirian ekonomi, memperkuat ketahanan sosial, dan mendorong kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujar Khofifah.
Perlindungan Sosial untuk Menjaga Kesejahteraan Kelompok Rentan
Sebagian besar anggaran dialokasikan melalui Dinas Sosial Jawa Timur dengan total nilai Rp 1,858 miliar. Dana tersebut menyasar lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya agar tetap memperoleh perlindungan sosial yang layak.
Program PKH Plus menjangkau 533 lansia dengan total bantuan Rp 1,066 miliar. Setiap penerima memperoleh Rp 2 juta per tahun yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar, kesehatan, dan peningkatan kualitas hidup.
Sementara itu, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) disalurkan kepada 66 penerima manfaat dengan nilai Rp 237,6 juta. Program ini membantu penyandang disabilitas meningkatkan kemandirian serta memperluas akses terhadap layanan sosial.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam menekan angka kemiskinan, mencegah kerentanan sosial, dan memperkuat keadilan sosial di tingkat lokal.
Modal Produktif Dorong Ekonomi Keluarga
Untuk menggerakkan sektor ekonomi rakyat, Pemprov Jatim mengucurkan bantuan melalui Program Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Jawara dengan total anggaran Rp 327 juta bagi 109 penerima manfaat.
Sebanyak 100 perempuan pelaku usaha mikro menerima bantuan melalui KIP Putri Jawara, sementara 9 penerima lainnya berasal dari kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Masing-masing memperoleh stimulan modal usaha sebesar Rp 3 juta.
Program ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif, meningkatkan pendapatan keluarga, serta menciptakan lapangan kerja di tingkat lokal.
Khofifah menekankan, penguatan UMKM menjadi kunci membangun ketahanan ekonomi daerah. “Ketika ekonomi keluarga kuat, maka ketahanan sosial masyarakat juga akan semakin kokoh,” tegasnya.
Zakat Produktif Perkuat UMKM
Pemprov Jatim juga menyalurkan zakat produktif melalui BUMD Jatim kepada 50 penerima manfaat dengan total nilai Rp 25 juta. Setiap penerima memperoleh tambahan modal usaha sebesar Rp 500 ribu.
Zakat produktif menjadi instrumen penting dalam mengintegrasikan nilai sosial-keagamaan dengan penguatan ekonomi, sehingga dampak bantuan lebih luas dan berkelanjutan.
Penguatan Desa untuk Pemerataan Pembangunan
Di sektor pedesaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jatim mengucurkan bantuan keuangan khusus kepada sejumlah desa di Sidoarjo. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan BUMDesa, Program Desa Berdaya, serta Program Jatim Puspa.
Program ini mendorong optimalisasi potensi ekonomi desa, penciptaan lapangan kerja baru, serta percepatan pemerataan pembangunan, sehingga desa mampu tumbuh sebagai pusat ekonomi lokal.
Strategi Terpadu Tekan Kemiskinan dan Ketimpangan
Rangkaian bantuan ini mencerminkan strategi terpadu Pemprov Jatim dalam menekan kemiskinan, mengurangi ketimpangan sosial, dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Pendekatan yang digunakan mengombinasikan perlindungan sosial, penguatan ekonomi produktif, serta pemberdayaan desa secara simultan.
Pemprov Jatim berharap program ini mampu menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak hanya terbantu, tetapi juga tumbuh mandiri dan sejahtera.
“Kami ingin setiap program benar-benar memberi manfaat konkret dan menjadi penguat semangat gotong royong dalam membangun Jawa Timur yang adil, makmur, dan berdaya saing,” pungkas Khofifah.






