Warga Pamekasan Sambut Lebaran, Stok Pangan Aman dan Harga Pasar Murah Bikin Tenang

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membagikan beras kepada lansia serta telur kepada ibu hamil dan anak-anak untuk pemenuhan gizi keluarga. Selain itu memborong berbagai jenis produk pelaku UMKM sebagai wujud dukungan ekonomi lokal.

Inti Berita

  • Stabilitas Pangan: Gubernur Jawa Timur menjamin stok bahan pokok aman dan harga tetap stabil di seluruh wilayah Jawa Timur menjelang Hari Raya Idul Fitri.
  • Intervensi Harga: Pasar Murah di Pamekasan menyediakan berbagai komoditas seperti beras, telur, dan minyak goreng dengan harga di bawah rata-rata pasar untuk menjaga daya beli masyarakat.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya

Pamekasan, Sapapublik

Suasana di Taman Parembhegen Patemon, Pamekasan, pada Minggu (8/3) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan warga berkumpul bukan sekadar untuk bersantai, melainkan untuk berburu bahan pokok dalam gelaran Pasar Murah yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Menjelang Idul Fitri, kekhawatiran masyarakat biasanya tertuju pada satu hal: lonjakan harga pangan. Namun, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat Pamekasan kali ini membawa pesan yang menenangkan. Gubernur Khofifah menegaskan bahwa distribusi pangan di Jawa Timur berjalan lancar dan pasokan dipastikan mencukupi hingga hari kemenangan tiba.

Bukan Sekadar Jual-Beli

Pasar murah ini bukan sekadar ajang transaksi, melainkan instrumen penting untuk mengendalikan inflasi daerah. Dengan memangkas rantai distribusi, pemerintah mampu menawarkan harga yang jauh lebih miring. Sebagai contoh, beras medium dijual seharga Rp11.000 per kilogram, sementara komoditas penting seperti MinyaKita hanya dibanderol Rp13.000 per liter.

Tak hanya soal harga, Gubernur Khofifah juga memberikan sentuhan humanis dalam kunjungannya. Ia membagikan beras secara gratis kepada para lansia serta telur bagi ibu hamil dan anak-anak sebagai upaya pemenuhan gizi keluarga. Dukungan terhadap ekonomi lokal pun ditunjukkan dengan memborong produk-produk UMKM setempat yang ikut mejeng di lokasi.

Napas Lega bagi Pelaku Usaha Kecil

Manfaat pasar murah ini dirasakan langsung oleh warga seperti Tutik, seorang penjual nasi ayam asal Kelurahan Patemon. Baginya, selisih harga yang ditawarkan sangat berarti untuk menjaga kelangsungan usahanya sekaligus memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang lebaran.

“Saya beli beras, bawang, hingga daging ayam. Harganya sangat terjangkau dan ini benar-benar membantu kami menambah stok kebutuhan sampai lebaran nanti,” ungkap Tutik dengan sumringah.

Melalui langkah antisipatif ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap masyarakat bisa menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dan menyambut Idul Fitri dengan lebih tenang, tanpa perlu merasa cemas akan ketersediaan bahan pangan di meja makan mereka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *