Surabaya, Sapapublik
Kinerja sektor transportasi di Jawa Timur sepanjang Desember 2025 menunjukkan pertumbuhan menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat peningkatan jumlah penumpang pada seluruh moda transportasi, baik udara, laut, maupun kereta api.
Berdasarkan rilis resmi BPS Jatim, jumlah kedatangan penumpang angkutan udara domestik pada Desember 2025 mencapai 531,01 ribu orang, naik 12,42 persen dibanding November 2025 yang tercatat 472,35 ribu orang.
Sementara untuk penerbangan internasional, jumlah penumpang yang datang melalui bandara di Jawa Timur mencapai 105,82 ribu orang, meningkat 10,02 persen secara bulanan.
Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Timur melalui Statistisi Ahli Madya, Ike Rahayu Sri menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang akhir tahun.
“Perkembangan transportasi pada Desember 2025 menunjukkan tren yang sangat positif. Peningkatan terjadi hampir di seluruh moda, terutama karena faktor libur Natal dan Tahun Baru yang mendorong tingginya pergerakan penumpang,” ujar Ike, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, Bandara Internasional Juanda Surabaya masih menjadi pusat utama aktivitas penerbangan di Jawa Timur dengan kontribusi lebih dari 94 persen dari total penumpang domestik.
Angkutan Laut Alami Lonjakan
Pertumbuhan juga terjadi pada sektor angkutan laut. Jumlah kedatangan penumpang kapal laut domestik di Jawa Timur selama Desember 2025 tercatat 99,07 ribu orang, naik 37,42 persen dibanding November 2025.
Sedangkan jumlah penumpang yang berangkat melalui pelabuhan-pelabuhan di Jawa Timur mencapai 91,23 ribu orang, meningkat 25,59 persen secara bulanan.
“Pelabuhan Tanjung Perak masih menjadi tulang punggung transportasi laut di Jawa Timur. Sebagian besar aktivitas penumpang maupun barang terpusat di pelabuhan ini,” tambah Ike.
Dari sisi operasional pelayaran, jumlah kapal yang singgah di pelabuhan Jawa Timur tercatat 3.279 unit, naik 2,28 persen dibanding bulan sebelumnya.
Penumpang Kereta Api Tembus 2,68 Juta Orang
Moda transportasi darat juga menunjukkan kinerja positif. BPS mencatat jumlah penumpang kereta api di Jawa Timur pada Desember 2025 mencapai 2,68 juta orang, naik 17,51 persen dibanding November 2025.
Kenaikan terjadi baik pada kereta kelas lokal maupun kelas utama. Penumpang kelas lokal meningkat 12,45 persen, sedangkan kelas utama naik 27,19 persen.
“DAOP VIII Surabaya masih mendominasi pergerakan penumpang kereta api di Jawa Timur dengan kontribusi lebih dari 79 persen. Ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di wilayah metropolitan,” jelas Ike.
Angkutan Barang Turut Menguat
Tidak hanya penumpang, aktivitas angkutan barang juga mengalami peningkatan. Muatan barang melalui angkutan udara domestik pada Desember 2025 mencapai 3,72 ribu ton, naik 6,65 persen dibanding November 2025.
Pada sektor angkutan laut, jumlah barang yang dibongkar di pelabuhan Jawa Timur mencapai 3,40 juta ton, meningkat 17,09 persen secara bulanan.
Secara keseluruhan, menurut Ike, peningkatan di seluruh moda transportasi menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat Jawa Timur terus membaik.
“Tren ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah. Kami memperkirakan mobilitas transportasi akan tetap tinggi pada awal tahun 2026 seiring aktivitas ekonomi yang semakin normal,” pungkasnya.






