TPS Surabaya Terus Melaju, Arus Peti Kemas Tumbuh Stabil di Tengah Dinamika Logistik Dunia

Proses bongkar muat di dermaga International TPS

Inti Berita:

  • Pertumbuhan Positif: Volume peti kemas di TPS naik 1,36% pada Februari 2026, mencapai 119 ribu TEUs dibandingkan bulan sebelumnya.
  • Dominasi Pasar: TPS menguasai 83% pangsa pasar peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak dengan produktivitas bongkar muat yang melampaui standar pemerintah.
  • Efisiensi Logistik: Layanan delivery impor semakin cepat dengan Truck Round Time (TRT) di bawah 45 menit, memberikan dampak nyata bagi efisiensi waktu para pelaku usaha.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya

Navigasi Tangguh di Tengah Arus Global

Surabaya, Sapapublik – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali menunjukkan taringnya sebagai gerbang utama logistik di Jawa Timur. Memasuki bulan Februari 2026, TPS mencatatkan pertumbuhan arus peti kemas yang konsisten.

Meski situasi logistik internasional sedang dinamis, volume peti kemas merangkak naik dari 117 ribu TEUs di Januari menjadi 119 ribu TEUs pada Februari.

Capaian ini bukan sekadar angka. Pertumbuhan sebesar 1,36% secara month-on-month ini didominasi oleh peti kemas internasional yang menyumbang 113 ribu TEUs, disusul oleh sektor domestik sebesar 6 ribu TEUs.

Sektor ekspor juga menunjukkan geliat positif dengan kenaikan 3,77% dibandingkan bulan sebelumnya.

Menghadapi Tantangan Ketidakseimbangan Kapasitas

Namun, perjalanan ini bukan tanpa tantangan. Secara tahunan (year-on-year), total arus peti kemas Januari-Februari 2026 mengalami koreksi tipis sekitar 3,65%. Mengapa hal ini terjadi? Erika Asih Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS, menjelaskan bahwa terjadi unbalancing atau ketidakseimbangan antara volume kargo dengan jadwal kunjungan kapal yang tetap dipertahankan.

Sederhananya, kapasitas angkut kapal yang tersedia tumbuh lebih cepat dibandingkan volume barang yang dikirim.

Walau begitu, TPS tetap memegang kendali penuh di Pelabuhan Tanjung Perak. Dengan penguasaan pasar (market share) mencapai 83% untuk peti kemas internasional, TPS membuktikan bahwa mereka tetap menjadi pilihan utama para eksportir dan importir.

Kecepatan dan Produktivitas yang Melampaui Standar

Salah satu kunci mengapa TPS tetap kokoh adalah efisiensi operasionalnya. Bayangkan, rata-rata kinerja bongkar muat TPS mencapai 50 box/ship/hour. Angka ini melampaui standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan (KSOP Utama Tanjung Perak) yaitu 48 box/ship/hour

Kecepatan ini juga dirasakan langsung di darat. Medy Prakoso, seorang importir sekaligus Wakil Ketua Kadin Surabaya, memberikan jempol pada layanan pengeluaran barang. “Truck Round Time (TRT) di TPS kini di bawah 45 menit. Bagi kami, ini adalah efisiensi waktu yang luar biasa untuk mengirim barang ke gudang,” ungkapnya.

Komitmen Pelayanan Tanpa Henti

Sebagai bagian dari grup Pelindo, TPS terus berkomitmen melakukan standardisasi layanan dan inovasi digital. Fokus mereka jelas: menjaga kelancaran rantai pasok nasional tetap stabil, seberapa pun kencangnya arus perubahan di pasar global. Pertumbuhan di awal tahun 2026 ini menjadi sinyal kuat bahwa TPS siap menjaga momentum positif hingga akhir tahun nanti.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *