Bojonegoro, Sapapublik
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap I Tahun 2026 di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Bojonegoro, Senin (9/2/2026). Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan kerja masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di Jawa Timur.
Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan kerja merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan siap bersaing di dunia industri.
“Peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi kunci utama dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin mencetak SDM yang siap kerja maupun siap berwirausaha,” ujar Sigit saat membuka kegiatan.
TPT Jawa Timur Terus Menurun
Sigit menjelaskan, berdasarkan data ketenagakerjaan Jawa Timur per Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) berada di angka 3,88 persen, atau turun 0,31 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Artinya, dari 100 orang angkatan kerja di Jawa Timur, terdapat sekitar 3 hingga 4 orang yang masih menganggur. Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat menjadi 73,98 persen, naik 0,53 persen dibanding tahun 2024.
“Angka TPT dan TPAK menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan. Karena itu, program pelatihan berbasis kompetensi seperti ini harus terus diperkuat,” tegasnya.
@sapapublikcomPelatihan Berbasis Kompetensi♬ Promosi – Satria Petir
64 Peserta Ikuti Empat Program Pelatihan
Pada tahap pertama tahun 2026 ini, BLK Bojonegoro membuka empat program pelatihan, yaitu:
- Pembuatan Roti dan Kue
- Practical Office Advance
- Operator Forklift
- Pipe Welder SMAW 6G
Sebanyak 64 peserta dinyatakan lolos seleksi dari total 1.166 pendaftar. Tingginya minat masyarakat menunjukkan besarnya kebutuhan akan peningkatan keterampilan kerja.
Pelatihan akan berlangsung mulai 10 Februari hingga 8 Mei 2026, dengan durasi berbeda sesuai program. Seluruh peserta nantinya akan mengikuti uji sertifikasi BNSP serta tracer study untuk memantau penempatan kerja alumni.
Target Utama: Kerja atau Wirausaha
Sigit berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. “Saya minta peserta terus gigih berlatih, menguasai keterampilan, pengetahuan, dan sikap kerja yang diajarkan instruktur. Selesaikan pelatihan dengan tuntas agar setelah lulus bisa langsung bekerja atau membuka usaha sendiri,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya softskill, kolaborasi, dan jejaring kerja dalam menghadapi persaingan dunia kerja modern.
Alumni BLK Banyak Terserap Dunia Kerja
Saat menyampaikan laporan, Kepala UPT BLK Bojonegoro Wahyu Krisdihantoro mengatakan bahwa program pelatihan sebelumnya menunjukkan hasil yang sangat positif. Berdasarkan data tracer study, alumni pelatihan Operator Forklift tahun 2025 terserap 100 persen di dunia kerja.
Sebanyak 8 alumni bekerja di PT Kobe Boga Utama Plant Bojonegoro, sementara 8 lainnya bekerja di perusahaan pergudangan di Surabaya dan Gresik. Bahkan, peserta pelatihan forklift tahun 2026 ini telah dipesan lebih dulu oleh perusahaan tersebut.
Alumni pelatihan Practical Office Advance juga banyak terserap di dunia kerja, sebagian mengikuti program lanjutan kerja sama BLK Bojonegoro dengan Yayasan Plan Indonesia di bidang digital marketing dan content creation.
Sementara itu, lulusan pelatihan las SMAW 3G dan 6G banyak bekerja di sektor migas dan pertambangan, baik di Bojonegoro maupun luar Jawa.
Untuk program pembuatan roti dan kue, BLK Bojonegoro menyiapkan peserta agar mampu merintis UMKM dengan pendampingan pasca pelatihan melalui Career Center.
- Dukung Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran
- Program pelatihan ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
- Membekali masyarakat dengan kompetensi kerja yang relevan,
- Meningkatkan daya saing tenaga kerja,
- Mengurangi angka pengangguran terbuka,
- Mendorong lahirnya wirausaha baru,
- Mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur.
Acara pembukaan dihadiri Kepala Bakorwil II Bojonegoro, perwakilan Kodim 0813 Bojonegoro, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Jatim, para kepala UPT BLK wilayah sekitar, serta jajaran instruktur dan peserta pelatihan.
Dengan dimulainya pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan unggul, siap memasuki dunia industri, dan mampu membuka lapangan kerja baru di daerahnya.






