Inti Berita:
- Aksi Kolektif Sektoral: Tim Patroli Air Terpadu Jawa Timur (gabungan Pemprov, teknis, dan LSM) kembali menyisir Kali Surabaya guna memantau kualitas air serta mencegah penyalahgunaan bantaran sungai.
- Standardisasi Pengawasan: Fokus utama patroli kali ini adalah sinkronisasi SOP dan tupoksi antarinstansi agar setiap tindakan di lapangan lebih terukur, terorganisir, dan memiliki tolok ukur yang jelas.
- Kolaborasi dengan Industri: Tim merencanakan sosialisasi masif bagi pelaku industri di wilayah hilir untuk menyelaraskan operasional perusahaan dengan standar perlindungan ekosistem sungai.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya
Menyatukan Langkah di Sepanjang Aliran Kali Surabaya
Surabaya, Sapapublik – Menjaga kelestarian sungai sebesar Kali Surabaya bukanlah tugas satu pihak saja. Itulah yang mendasari pergerakan Tim Patroli Air Terpadu Jawa Timur saat kembali menyisir aliran sungai pada Kamis (26/3).
Tim yang merupakan gabungan dari berbagai instansi pemerintah, lembaga teknis, hingga aktivis lingkungan ini bergerak dari titik PJT 1 Karah menuju arah hilir di wilayah Mojokerto hingga Surabaya.
Di bawah arahan langsung Kabid PPKL DLH Jatim, Ir. Aris Ayu Mustika Dewi, MM, tim menghadapi tantangan alam berupa debit air yang tinggi serta keterbatasan armada karena sebagian perahu dialihkan untuk darurat banjir di Pasuruan.
Meski begitu, pengawasan tetap berjalan demi memastikan fungsi sungai tetap terjaga bagi masyarakat luas.
Memperkuat Sistem dan Koordinasi Antarlembaga
Ada pesan penting yang dibawa dalam patroli periode Maret ini yaitu penguatan internal. Koordinator Tim Patroli Air Terpadu Jatim, Imam Rochani, menegaskan bahwa fokus mereka saat ini adalah membenahi pola kegiatan agar lebih sistematis.
Sinkronisasi SOP (Standar Operasional Prosedur) menjadi harga mati agar setiap instansi di dalam tim memiliki pembagian tugas yang tajam dan sinkron.
Dalam penyusuran tersebut, tim menemukan akumulasi sampah yang signifikan di kawasan Pasar Cangkir. Tak sekadar memantau, tim juga langsung melakukan dialog dengan warga dan pihak swasta, seperti PT Dayasa, untuk mendiskusikan tanggung jawab pengelolaan lingkungan yang lebih baik di area tersebut.
Membangun Kesadaran Kolektif dengan Sektor Industri
Sebagai tindak lanjut dari temuan lapangan, Tim Patroli Air Terpadu Jatim bersama PJT 1 sepakat untuk segera memasang papan peringatan resmi di titik-titik koordinat yang telah ditentukan. Namun, langkah hukum dan administratif saja tidak cukup.
Tim telah menyusun rencana besar untuk menggelar sosialisasi khusus bagi para pelaku industri yang beroperasi di sepanjang hilir Kali Surabaya. Tujuannya adalah menciptakan keseimbangan: aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun ekosistem air tetap lestari.
Melalui langkah ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama antara pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam menjaga sumber daya air Jawa Timur untuk masa depan.






