Surabaya, Sapapublik
Sektor pariwisata Jawa Timur bersiap naik kelas. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan destinasi wisata kelas dunia yang bebas sampah. Hal ini dibuktikan dengan aksi nyata memimpin 1.500 personel dalam agenda Kurve Sampah Pantai di Pantai Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya, Jumat (6/2).
Aksi kolaboratif ini melibatkan jajaran Forkopimda Jatim, mulai dari Kapolda, Wakil Gubernur, hingga ribuan relawan dari Pramuka dan IKA UNAIR. Bukan sekadar seremonial, gerakan ini berhasil mengumpulkan total 2.785 kg sampah, yang didominasi oleh limbah plastik sekali pakai.
Mewujudkan Wisata yang “Resik” dan Asri
Khofifah menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan pesisir adalah kunci utama daya tarik wisatawan. Ia menginginkan wajah pantai di Jawa Timur tidak hanya indah secara alami, tetapi juga nyaman dan bersih secara kasat mata.
“Kita ingin mewujudkan pantai dan kawasan wisata di Jatim bersih, asri, nyaman, dan menarik bagi wisatawan,” ujar Khofifah di hadapan para peserta aksi. Menurutnya, aksi ini menjadi pintu masuk bagi gerakan pengelolaan sampah yang lebih masif hingga ke level terkecil, yakni RT dan RW di desa-desa.
Implementasi Gerakan Nasional Indonesia Asri
Langkah cepat ini merupakan respons langsung terhadap arahan Presiden RI Prabowo Subianto melalui gerakan nasional Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Khofifah menekankan bahwa pengelolaan sampah dari hulu ke hilir kini menjadi isu strategis nasional yang harus ditangani secara maraton.
“Dalam waktu yang sangat cepat, seluruh kabupaten/kota tidak hanya melaksanakan apel, tetapi juga gerakan yang sama secara paralel dan masif,” tegasnya.
Jatim Pimpin Jumlah Bank Sampah Terbanyak
Di tengah tantangan timbulan sampah tahun 2024 yang mencapai 6,5 juta ton per tahun, Jawa Timur menunjukkan taringnya dalam solusi ekonomi sirkular. Hingga saat ini, Jawa Timur tercatat memiliki 5.170 unit Bank Sampah, angka tertinggi di Indonesia.
Khofifah berharap capaian ini terus diperkuat dengan perubahan perilaku masyarakat. “Aksi hari ini bukan tujuan akhir, melainkan langkah awal membangun budaya baru. Peduli lingkungan harus menjadi gaya hidup sehari-hari,” pungkas orang nomor satu di Jatim tersebut.
Aksi bersih-bersih ini rencananya akan terus berlanjut menyasar area-area lain, termasuk pembersihan sungai dari enceng gondok dan sampah domestik guna memastikan ekosistem Jawa Timur tetap lestari dan berkelanjutan






