Sinergi Hangat Dinsos Jatim dan DP3AK Jatim, Dalam Merangkul Tangguhnya “Srikandi Jalanan” di Momen Idul Fitri

Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani dan Kepala DP3AK Jatim Sufi Agustini berfoto bersama para ojol perempuan.

Inti Berita:

  • Silaturahmi Inklusif: Dinsos Jatim dan DP3AK Jatim mengumpulkan 200 pengemudi ojol perempuan untuk mempererat solidaritas pasca-Lebaran 1447 H.
  • Komitmen Pemerintah: Penegasan kolaborasi lintas sektor untuk menjamin akses perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan dukungan psikososial bagi pekerja informal perempuan.
  • Wadah Aspirasi: Acara ini menjadi ruang bagi para perempuan pengemudi ojol untuk berbagi pengalaman lapangan dan memperkuat jejaring sesama pejuang ekonomi keluarga.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya

Suasana Kekeluargaan di Aula Dinsos Jatim

Surabaya, Sapapublik – Gema takbir Idul Fitri 1447 Hijriah masih terasa hangat saat Aula Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur dipadati oleh ratusan perempuan tangguh, Rabu (25/3/2026).

Sekitar 200 pengemudi ojek online (ojol) perempuan dari berbagai sudut wilayah berkumpul dalam acara Silaturahmi yang diinisiasi oleh Dinsos Jatim bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jatim.

Acara ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan ruang temu kangen yang penuh kehangatan. Di tengah hiruk-pikuk jalanan yang biasa mereka hadapi, para “Srikandi Jalanan” ini sejenak menepi untuk saling berbagi senyum dan semangat baru di momen kemenangan.

Visi Dinsos Jatim: Membangun Solidaritas dan Kekuatan Kolektif

Kepala Dinsos Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, MM, dalam sambutannya menekankan bahwa momen Idul Fitri adalah waktu yang paling tepat untuk mempererat simpul kebersamaan.

Menurutnya, pengemudi ojol perempuan memiliki tantangan unik di lapangan, sehingga solidaritas antar sesama menjadi fondasi yang sangat penting.

“Melalui silaturahmi ini, kita tidak hanya ingin membangun kebersamaan secara fisik, tapi juga saling berbagi semangat dan memperkuat solidaritas. Kami ingin para ojol perempuan merasa bahwa mereka tidak berjuang sendirian di jalanan,” tegas Novi.

Selain menjadi ajang temu kangen, Novi juga memanfaatkan momen ini untuk mendengarkan langsung aspirasi para pengemudi, menjadikan acara tersebut sebagai wadah dialog yang humanis antara pemerintah dan masyarakat.

Kolaborasi Strategis Bersama DP3AK Jatim

Pentingnya kesejahteraan perempuan pekerja menjadi sorotan utama dalam pertemuan ini. Novi menegaskan bahwa peran pemerintah tidak boleh berdiri sendiri-sendiri.

Itulah mengapa Dinsos Jatim terus mendorong kolaborasi lintas sektor, khususnya bersama DP3AK Jatim yang selama ini konsisten mendampingi komunitas ojol perempuan.

Sinergi ini bertujuan memastikan para pengemudi mendapatkan akses yang memadai terhadap perlindungan sosial, program pemberdayaan ekonomi, hingga dukungan psikososial.

Sementara itu, Kepala DP3AK Jatim, Dra. Sufi Agustini, M.Si, turut memberikan penguatan mengenai pentingnya perlindungan bagi pekerja di sektor informal.

“Perempuan ojol adalah sosok mandiri dan tangguh. Kita harus mendukung mereka dari berbagai sisi, baik perlindungan hukum, pemberdayaan kapasitas, hingga penguatan peran mereka dalam keluarga dan masyarakat,” tutur Sufi.

Sentuhan Personal: Semangat Baru bagi Para Pejuang Keluarga

Kehadiran pemerintah provinsi di tengah-tengah mereka memberikan dampak emosional yang mendalam bagi para peserta. Yuniawati, salah seorang pengemudi ojol perempuan, mengungkapkan rasa bahagianya bisa hadir dalam silaturahmi tersebut.

Baginya, perhatian dari Dinsos dan DP3AK Jatim adalah bentuk pengakuan atas kerja keras mereka selama ini.

“Alhamdulillah, kami merasa sangat diperhatikan dan didukung. Kegiatan seperti ini sangat berarti, tidak hanya untuk bersilaturahmi, tapi juga menambah semangat kami untuk kembali bekerja mencari nafkah,” ucap Yuniawati penuh syukur.

Komitmen Berkelanjutan Pemprov Jatim

Melalui pertemuan ini, Pemprov Jatim kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan dukungan nyata. Hubungan yang semakin erat antara pemerintah dan komunitas ojol perempuan diharapkan mampu menciptakan ekosistem kerja yang lebih aman dan suportif.

Dengan semangat kebersamaan ini, para perempuan pekerja di Jawa Timur diharapkan lebih siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *