Sinergi Air dan Matahari: PJT I Resmi Memulai Konstruksi PLTS Terapung Karangkates 100 MW

Dirut PJT I Fahmi Hidayat berfoto bersama usai soft launching pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang.

Malang, Sapapublik

Perum Jasa Tirta I (PJT I) bersama PLN Group resmi memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang. Proyek strategis ini menandai langkah besar dalam transformasi waduk sebagai infrastruktur penyedia energi bersih sekaligus pengelola sumber daya air.

Bacaan Lainnya

Prosesi soft launching water breaking pada Jumat (13/2/2026) menjadi tanda dimulainya realisasi fisik konstruksi di lapangan. PLTS ini menargetkan produksi listrik sebesar 100 Megawatt guna mendukung target Net Zero Emission (NZE) dan implementasi Green RUPTL nasional.

@sapapublikcom1001652033♬ suara asli – media sapa publik

Kolaborasi Strategis Lintas Negara

Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, menegaskan bahwa proyek ini merupakan buah kolaborasi multipihak. PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia yang beranggotakan PLN Nusantara Renewables, GD Power Hongkong, dan PJT I bertindak sebagai motor penggerak utama pembangunan salah satu PLTS terapung terbesar di Indonesia ini.

Transformasi Fungsi Waduk

Melalui proyek ini, PJT I mengubah peran Waduk Karangkates menjadi infrastruktur multipurpose. Selain menjalankan fungsi tradisional pengelolaan air, permukaan waduk kini berfungsi sebagai ladang energi hijau.

Fahmi menjelaskan bahwa pemanfaatan ruang di atas air ini memberikan nilai tambah lingkungan, seperti meningkatkan efisiensi ruang dan menekan laju penguapan (evaporasi) air waduk.

Menjamin Keamanan Bendungan

Meski melakukan ekspansi energi, PJT I tetap memprioritaskan fungsi utama bendungan. Fahmi menjamin bahwa seluruh tahapan konstruksi mengikuti prinsip tata kelola yang hati-hati. Tim teknis memastikan pemasangan panel surya tidak akan mengganggu aspek keselamatan bendungan maupun distribusi air untuk kebutuhan masyarakat.

PJT I memandang sinergi ini sebagai bukti nyata bahwa pengelolaan sumber daya air dan pengembangan energi terbarukan dapat berjalan selaras. Langkah konkret ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengoptimalkan aset negara secara berkelanjutan

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *