Siaga Lebaran Tanpa Henti, Dinsos Jatim Waspadai Lonjakan Warga Terlantar

Kadinsos Jatim Restu Novi Widiani

Inti Berita:

  • Dinas Sosial Jawa Timur menyiapkan empat langkah utama siaga Lebaran, termasuk tanggap darurat, penanganan orang terlantar, dan pelayanan di 29 UPT tanpa libur.
  • Jumlah warga terlantar meningkat sekitar 20%, didominasi korban penipuan lowongan kerja dari media sosial.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya

Surabaya, Sapapublik

Menjelang hari raya, tidak semua orang merasakan perjalanan pulang yang mulus. Di tengah arus mudik, ada pula mereka yang justru kehilangan arah—terlantar karena berbagai sebab. Situasi inilah yang diantisipasi oleh Dinas Sosial Jawa Timur dengan kesiapsiagaan penuh, bahkan tanpa mengenal hari libur.

Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menegaskan bahwa pola siaga ini bukan hal baru. Setiap tahun, skema serupa selalu dijalankan, memastikan layanan sosial tetap hadir kapan pun dibutuhkan, termasuk saat Lebaran.

Empat Fokus Utama Pelayanan

Ada empat langkah utama yang disiapkan. Pertama, kesiapsiagaan bencana dengan membuka dapur umum dan layanan pengungsian jika diperlukan.

Kedua, penanganan orang terlantar, baik yang datang langsung maupun yang ditemukan di lapangan seperti di pos mudik atau jalanan.

Ketiga, pelayanan di 29 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tetap berjalan normal. Lansia, penyandang disabilitas, hingga orang dengan gangguan jiwa tetap mendapatkan layanan dasar seperti makan, minum, dan kesehatan tanpa jeda.

Keempat, pengamanan dan kenyamanan di lingkungan UPT, termasuk pengaturan petugas, pengawasan tamu, serta kesiapan layanan selama libur panjang.

Tren Kenaikan Kasus Terlantar

Di balik kesiapan tersebut, muncul tren peningkatan jumlah warga terlantar. Sepanjang Februari hingga Maret, tercatat 113 orang telah dipulangkan. Sementara sejak Januari, jumlahnya mencapai 291 orang.

Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan, pada tahun sebelumnya, total warga terlantar yang ditangani mencapai lebih dari 1.750 orang.

Sebagian besar kasus didominasi oleh korban penipuan lowongan kerja. Banyak dari mereka tergiur informasi di media sosial, datang dengan harapan mendapatkan pekerjaan, namun justru kehabisan biaya dan tidak memiliki tempat kembali.

Layanan Terintegrasi dan Tetap Aktif

Untuk menangani hal tersebut, Dinsos Jatim mengandalkan jaringan layanan yang terintegrasi. Selain 29 UPT, penanganan juga melibatkan relawan, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), hingga koordinasi antar daerah.

Jika ditemukan warga terlantar dalam kondisi sakit, ambulans telah disiapkan untuk rujukan ke rumah sakit. Sementara bagi yang masih memiliki keluarga, proses pemulangan akan diupayakan melalui koordinasi dengan dinas sosial daerah asal.

Di sisi lain, layanan pengaduan tetap dibuka melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan WhatsApp, agar masyarakat dapat dengan mudah melapor.

Bagi Dinsos Jatim, Lebaran bukan sekadar momen libur, melainkan waktu di mana pelayanan justru harus semakin siaga. Di tengah hiruk pikuk perayaan, mereka memastikan satu hal penting: tidak ada warga yang terabaikan, dan semua tetap memiliki kesempatan untuk pulang dengan aman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *