Setahun Khofifah-Emil: Dari Grahadi untuk Kesejahteraan Rakyat Jawa Timur

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berfoto bersama dengan para ojol di Gedung Negara Grahadi Surabaya

Surabaya , Sapapublik

Tepat satu tahun lalu, 20 Februari 2025, Presiden Prabowo Subianto melantik Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak kali kedua di Istana Negara sebagai nakhoda Jawa Timur periode 2025–2030. Kini, di hari yang sama pada tahun 2026, suasana di Gedung Negara Grahadi tidak riuh dengan pesta pora, melainkan hangat dengan doa dan aksi berbagi.

Bacaan Lainnya

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil memilih memperingati tonggak sejarah satu tahun kepemimpinan mereka dengan merangkul masyarakat bawah. Puluhan anak yatim dan pengemudi ojek online (ojol) termasuk perempuan dan penyandang disabilitas hadir sebagai tamu kehormatan di gedung bersejarah tersebut,

Kerja Nyata Melampaui Seremoni

Bagi Khofifah, peringatan satu tahun bukan sekadar soal angka di kalender. Ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintahannya adalah menghadirkan manfaat yang langsung menyentuh dapur dan kehidupan warga. “Fokus kami adalah bekerja nyata. Peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur harus berjalan selaras dengan percepatan penurunan kemiskinan,” ujar Khofifah di sela kegiatan.

Dalam momen ini, Khofifah menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada 60 anak yatim dan paket sembako bagi 40 pengemudi ojol. Langkah ini menjadi simbol komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif—di mana kelompok rentan tidak ditinggalkan.

Strategi “Double Gardan” untuk Jawa Timur

Wakil Gubernur Emil Dardak menggambarkan kepemimpinan Khofifah setahun terakhir seperti mesin “double gardan”. Di satu sisi, Pemprov Jatim bergerak cepat menyukseskan program nasional Asta Cita milik Presiden Prabowo. Di sisi lain, mereka tetap tancap gas menuntaskan program-program unggulan daerah.

Beberapa capaian yang disoroti antara lain:

  • Pendidikan Terjamin: Penuntasan distribusi ijazah 100 persen di berbagai cabang dinas.
  • Mobilitas Rakyat: Perluasan koridor Bus Trans Jatim yang kini semakin menjangkau pelosok daerah untuk memudahkan transportasi murah bagi pekerja dan pelajar.
  • Sinergi Lintas Sektor: Memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, hingga dunia usaha.

Harapan dari Jalanan

Manfaat kebijakan ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Adrian Tobing, seorang pengemudi ojol tuna rungu, menyampaikan rasa syukurnya melalui bahasa isyarat yang penuh haru.

Senada dengan Adrian, Zaki, pengemudi ojol tuna daksa, berharap kepemimpinan Khofifah-Emil terus memperluas fasilitas publik yang ramah disabilitas. “Terima kasih atas perhatiannya. Harapan kami ke depan, akses bagi disabilitas di Jawa Timur semakin diperbanyak,” ungkap Zaki.

Menuju Ramadan yang Berkah

Menariknya, momentum satu tahun pelantikan ini bertepatan dengan persiapan memasuki Bulan Suci Ramadan. Gubernur Khofifah pun menutup rangkaian kegiatan dengan doa bersama untuk kemuliaan dan kedamaian Jawa Timur.

Melalui pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, pasangan Khofifah-Emil optimistis menyongsong tahun kedua dengan tantangan yang lebih kompleks, namun dengan fondasi sosial yang semakin kuat melalui program-program yang berpihak pada rakyat kecil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *