Surabaya, Sapapublik
Di balik megahnya deretan crane dan tumpukan peti kemas di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), ada ribuan pengemudi truk yang bekerja tanpa henti menjaga urat nadi ekonomi nasional. Bagi mereka, waktu berbuka puasa sering kali tiba saat masih berada di balik kemudi di tengah antrean operasional.
Memahami kondisi tersebut, TPS sebagai anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) terus mengambil peran nyata melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Setiap hari selama bulan suci, TPS membagikan ratusan paket takjil gratis sebagai bentuk apresiasi bagi para pejuang logistik yang tetap bertugas di tengah ibadah puasa.
Bukan Sekadar Takjil, Tapi Bentuk Penghormatan
Setiap sore, mulai pukul 17.30 hingga 18.30 WIB, area parkir ekspor – impor dan lapangan penumpukan TPS riuh oleh senyum keramahan. Sebanyak 300 paket takjil dibagikan langsung oleh pekerja TPS kepada pengemudi truk dan mitra kerja operasional.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas sosial, melainkan pengakuan atas peran vital pengemudi truk dalam ekosistem pelabuhan.
“Pengemudi truk eksternal adalah mitra tak terpisahkan dari bisnis kami. Perhatian kecil melalui takjil ini kami harapkan dapat meringankan beban mereka yang sedang menjalankan tugas sekaligus ibadah, sehingga distribusi logistik tetap berjalan lancar tanpa hambatan,” ungkap Erika.
Manfaat Bagi Layanan dan SDM
Program yang berlangsung sejak 19 Februari hingga 20 Maret 2026 ini membawa manfaat ganda. Bagi ekosistem luar, ia memastikan kenyamanan mitra kerja. Bagi internal TPS, kegiatan ini menjadi wadah melatih service mindset atau jiwa melayani.
Dengan melibatkan langsung para pekerja dalam pembagian takjil, TPS ingin menanamkan empati dan semangat pelayanan prima (service excellence) kepada setiap pelanggan. Hal ini krusial mengingat TPS mengelola trafik yang sangat padat.
Setiap harinya, tercatat sekitar 3.000 truk keluar masuk TPS. Rinciannya, 1.600 truk membawa peti kemas impor (delivery) dan 1.400 truk membawa peti kemas ekspor (receiving). Dengan total 572 perusahaan trucking yang terdaftar, pengemudi truk diposisikan sebagai salah satu dari empat pilar pelanggan utama TPS bersama pemilik barang (cargo owner), perusahaan pelayaran, dan ekspedisi.
Menjaga Standar Global dengan Hati
Sebagai terminal pertama di Indonesia yang menerapkan standar keamanan internasional (ISPS Code) sejak 2004, TPS terus berinovasi pasca-integrasi Pelindo. Melalui aksi berbagi takjil ini, TPS membuktikan bahwa standarisasi layanan kelas dunia dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang tinggi.






