Surabaya, Sapapublik
Di balik status Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional dan capaian ribuan hunian layak bagi warga prasejahtera, terdapat sebuah mesin kolaborasi yang bekerja dengan presisi. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut harmoni kerja ini dengan istilah “nyekrup”—sebuah sinergi yang tidak hanya erat di level pimpinan, tetapi juga mengakar kuat hingga ke tingkat desa.
Istilah tersebut kembali ditegaskan Gubernur Khofifah saat hadir sebagai pembicara kehormatan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam V/Brawijaya Tahun 2026 di Gedung Balai Prajurit, Surabaya, Selasa (3/3). Bagi Khofifah, keberhasilan program strategis nasional di Jawa Timur mustahil tercapai tanpa keterlibatan aktif jajaran TNI.
Ketahanan Pangan: Data dari Lapangan, Beras di Meja Makan
Manfaat nyata dari sinergi ini paling dirasakan pada sektor perut rakyat. Jawa Timur sukses mempertahankan posisi sebagai produsen padi terbesar di Indonesia pada 2025 dengan capaian 10,57 juta ton.
Rahasianya bukan sekadar kebijakan di atas kertas, melainkan dukungan data teknis yang sangat detail dari para Babinsa dan Dandim. Gubernur mengungkapkan bahwa urusan irigasi hingga pemetaan potensi lahan seringkali justru bersumber dari jajaran Kodam V/Brawijaya.
“Data teknis irigasi hingga ke detail terkecil kami dapat dari Pak Pangdam. Data inilah yang saya bawa ke level kementerian untuk kemudian disinkronkan dengan program bupati dan wali kota. Hasilnya, produktivitas daerah bisa kita pantau secara akurat,” ujar Khofifah.
Kolaborasi ini menjadi kunci untuk mengawal Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan target Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 1,8 juta hektare demi memastikan swasembada pangan tetap terjaga.
Menyentuh Langsung Kesejahteraan Warga
Sinergi “nyekrup” ini juga masuk ke dalam rumah-rumah warga. Melalui program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya telah berhasil membangun 35.401 unit rumah dan 2.062 jamban keluarga sepanjang 2019–2025.
Pada tahun 2026 ini, kerja sama tersebut berlanjut dengan target 1.700 unit rumah dan 210 jamban keluarga. Langkah ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya mengangkat martabat dan kesehatan masyarakat di pelosok Jawa Timur.
Tak berhenti di sana, TNI juga menjadi tulang punggung dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga awal Maret 2026, sebanyak 8,56 juta warga Jatim telah merasakan manfaat ini melalui ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah.
Komitmen Keamanan dan Pembangunan
Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, menegaskan bahwa Rapim ini merupakan langkah konsolidasi untuk memastikan visi pusat selaras dengan eksekusi di lapangan. Ia mengapresiasi dukungan hibah dari Pemprov Jatim yang membantu penguatan sarana prasarana Kodam untuk menunjang operasional pengabdian masyarakat.
“Kami menyamakan visi misi untuk mengimplementasikan kebijakan pusat agar operasional di lapangan, baik dalam menjaga kondusivitas maupun menyukseskan program pemerintah, berjalan efektif dan tepat sasaran,” tegas Mayjen Rudy.
Melalui kolaborasi yang solid ini, Jawa Timur tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan stabilitas dan kesejahteraan sosial hadir hingga ke depan pintu rumah setiap warga






