Inti Berita:
- Evakuasi Berhasil: Tiga mahasiswa asal Probolinggo, Jember, dan Blitar yang terdampak perang di Iran telah berhasil dipulangkan dengan selamat ke Jawa Timur pada 13-16 Maret 2026.
- Sinergi Pemerintah: Proses pemulangan ini merupakan hasil kolaborasi berlapis antara KBRI di Iran, Kementerian Luar Negeri, Badan Penghubung Jatim di Jakarta, hingga Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya
Surabaya, Sapapublik
Di tengah situasi konflik yang mencekam di Iran, pendidikan bukanlah satu-satunya hal yang memenuhi pikiran Nur Hasanah, Muhammad Bagir, dan Riza Umami. Sebagai mahasiswa asal Jawa Timur yang sedang menimba ilmu di sana, keselamatan menjadi prioritas utama saat suara peperangan mulai mendekat. Beruntung, harapan mereka untuk kembali ke tanah air segera disambut oleh tangan terbuka pemerintah.
Dari Teheran hingga Jakarta: Langkah Awal Penyelamatan
Langkah perlindungan ini dimulai ketika situasi di Iran dinilai tidak lagi kondusif bagi warga negara asing. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran, segera mengambil tindakan cepat. Ketiga mahasiswa tersebut difasilitasi kepulangannya dari Iran menuju Jakarta sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya di luar negeri.
Setibanya di ibu kota, estafet tanggung jawab berlanjut. Badan Penghubung (Banhub) Jatim telah bersiap menyambut mereka untuk memastikan perjalanan menuju Surabaya berjalan tanpa hambatan.
Pendampingan Hingga Pintu Rumah
Sesampainya di Surabaya, peran Dinas Sosial (Dinsos) Jatim menjadi krusial. Tidak sekadar menjemput, Dinsos Jatim melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Muchamad Arif Ardiansyah memastikan setiap mahasiswa mendapatkan pendampingan teknis dan administratif sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing, yaitu Probolinggo, Jember, dan Blitar.
“Kami memastikan mahasiswa asal Jatim yang terdampak dapat difasilitasi kepulangannya hingga benar-benar kembali ke daerah asal dan berkumpul kembali dengan keluarga,” tegas Arif pada Senin (16/3/2026).
Komitmen Berkelanjutan untuk Mahasiswa Lain
Proses pemulangan yang dilakukan secara bergelombang sejak Jumat hingga Senin ini bukanlah akhir dari upaya Pemprov Jatim. Pihak Dinsos menyatakan kesiapannya jika ke depan masih ada mahasiswa atau warga Jatim lainnya yang membutuhkan fasilitasi serupa dari zona konflik.
Dengan koordinasi yang kuat bersama KBRI dan Dinsos Kabupaten/Kota setempat, pemerintah berkomitmen bahwa tidak akan ada warga Jatim yang tertinggal dalam situasi bahaya di luar negeri.
Apakah kamu memiliki kerabat atau teman yang sedang menempuh studi di luar negeri saat ini? Tuliskan pada kolom komentar ya.






