Surabaya, Sapapublik
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 6,03 juta ton. Produksi beras tersebut meningkat 0,67 juta ton atau 12,60 persen dibandingkan produksi beras pada 2024 yang tercatat sebesar 5,35 juta ton.
Plt Kepala BPS Jawa Timur melalui Statistisi Ahli Madya Ike Rahayu Sri menjelaskan, produksi beras yang disajikan BPS merupakan hasil konversi dari total produksi padi, dengan memperhitungkan angka konversi gabah ke beras, susut dan tercecer, serta penggunaan nonpangan sesuai metodologi statistik yang berlaku.
Berdasarkan catatan BPS, produksi beras tertinggi selama 2025 terjadi pada bulan Maret, yakni mencapai sekitar 1,18 juta ton. Sementara produksi beras terendah tercatat pada bulan Januari, yaitu sekitar 0,22 juta ton, seiring dengan masih terbatasnya aktivitas panen pada awal tahun.
Secara wilayah, tiga kabupaten dengan produksi beras tertinggi sepanjang 2025 adalah Lamongan, Bojonegoro, dan Ngawi, sejalan dengan tingginya produksi padi di daerah tersebut. Sebaliknya, produksi beras terendah tercatat di sejumlah wilayah perkotaan, di antaranya Kota Batu, Kota Mojokerto, dan Kota Kediri.
BPS juga mencatat, produksi beras di Jawa Timur sepanjang 2025 mengalami peningkatan yang relatif merata di berbagai kabupaten/kota, meskipun terdapat beberapa daerah yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Perbedaan ini dipengaruhi oleh variasi luas panen dan produktivitas padi antarwilayah.
Untuk periode Januari–Maret 2026, BPS memperkirakan potensi produksi beras di Jawa Timur mencapai 2,15 juta ton. Angka tersebut meningkat sekitar 24,28 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. BPS menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat potensi dan dapat berubah seiring dengan hasil realisasi panen serta pembaruan data survei.






