Menjaga “Center of Gravity” Pangan Nasional, Sebagai Strategi Besar Jatim Hadapi El Nino Godzilla 2026

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, Yudi Sastro, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno berfotobersama seluruh undangan dan petugas penyuluh lapangan pertanian, dalam Rapat Koordinasi Swasembada Pangan Berkelanjutan di Surabaya, Kamis (2/3).

Inti Berita:

  • Prestasi dan Konsistensi: Setelah sukses mencapai swasembada beras konsumsi pada 2025 tanpa impor, Jawa Timur kembali menjadi tumpuan nasional sebagai produsen padi peringkat satu pada Maret-April 2026 berdasarkan data KSA BPS.
  • Ancaman Nyata “El Nino Godzilla”: BMKG memprediksi fenomena iklim ekstrem pada Juni 2026 yang berpotensi menurunkan produksi GKP hingga 2,3 juta ton di Jatim, memicu langkah mitigasi besar-besaran melalui pompanisasi dan benih tahan kekeringan.
  • Target & Ketahanan Stok: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim mengejar target Luas Tambah Tanam (LTT) pusat sebesar 2,8 juta hektare, didukung stok beras BULOG Jatim yang sanggup mencukupi kebutuhan hingga 13 bulan ke depan.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya

Kedaulatan Pangan, Senjata Utama di Tengah Geopolitik

Surabaya, Sapapublik – Di tengah Rapat Koordinasi Swasembada Pangan Berkelanjutan di Surabaya, Kamis (2/3).situasi geopolitik dunia yang kian memanas, pangan bukan lagi sekadar komoditas ekonomi, melainkan “senjata” strategis untuk mempertahankan kedaulatan NKRI.

Prinsip inilah yang menggemas kuat dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Program Swasembada Pangan Berkelanjutan (SPB) yang digelar di Gedung Serbaguna Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Surabaya, pada Kamis, 2 April 2026.

Pertemuan krusial ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, mulai dari Direktur Jenderal Tanaman Pangan Dr. Yudi Sastro, jajaran Kementan, hingga Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan  Jatim Dr. Ir. Heru Suseno. Misinya satu yaitu  memastikan Jawa Timur tetap menjadi center of gravity pangan nasional yang kokoh.

Catatan Gemilang 2025 dan Tantangan Baru

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Dr. Yudi Sastro menyampaikan Indonesia baru saja melewati tahun 2025 dengan catatan emas: swasembada beras konsumsi berhasil dicapai tanpa impor sama sekali.

Jawa Timur memberikan kontribusi signifikan dengan peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi sebesar 9,7% pada periode Oktober 2025 – Maret 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, data menunjukkan adanya sedikit penurunan produktivitas lahan sebesar 1,1% pada tahun 2025. Hal ini menjadi “alarm” bagi para PJ SPB kabupaten untuk lebih jeli menganalisis faktor iklim, varietas, serta serangan hama dan penyakit (OPT).

Terlebih lagi, sinkronisasi data antara laporan lapangan penyuluh dengan Kerangka Sampel Area (KSA) BPS masih menjadi tantangan yang perlu segera dibenahi demi akurasi kebijakan.

Menghadapi “Monster” Iklim, dengan Mitigasi El Nino Godzilla

Tantangan terbesar tahun 2026 muncul dari langit. BMKG Stasiun Klimatologi Jatim memprediksi awal musim kemarau akan segera dimulai pada April ini, dengan puncak kekeringan di bulan Juli hingga September.

Lebih mengkhawatirkan lagi, ancaman fenomena “El Nino Godzilla” diprediksi mencapai puncaknya pada Juni 2026. Fenomena ini bukan sekadar cuaca panas biasa; ia berpotensi memangkas produksi Gabah Kering Panen (GKP) Jawa Timur hingga 2,3 juta ton.

Menanggapi ancaman ini, strategi “perang” terhadap kekeringan pun diluncurkan:

  • Pompanisasi Massal: Pemanfaatan lebih dari 7.413 unit pompa air serta bantuan irigasi perpompaan dan perpipaan untuk mengamankan lahan seluas 71.082 hektare.
  • Varietas Tangguh: Penggunaan benih unggul seperti Inpago dan Situbagendit yang tahan kekeringan, serta Inpari 32 HDB yang tahan terhadap serangan OPT.
  • Intervensi BBWS: BBWS Brantas dan Bengawan Solo berkomitmen melakukan rehabilitasi jaringan irigasi air tanah dan menerapkan sistem gilir air agar pengairan tetap terjaga di 28 kabupaten/kota.

Logistik yang Aman dan Pengawalan Digital

Di sisi hilir, Perum BULOG Kanwil Jatim melaporkan stok beras yang sangat melimpah, yakni mencapai 1.093.830 ton. Dengan asumsi kebutuhan penyaluran rutin, stok ini aman untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi warga Jatim hingga 13 bulan ke depan.

Tak hanya itu, pengawalan produksi kini semakin canggih. BBPOPT telah meluncurkan aplikasi SIFORTUNA versi 2.0, sebuah sistem informasi peramalan OPT nasional digital yang memberikan peringatan dini terhadap serangan tikus, penggerek batang, hingga ulat grayak. Dengan data yang akurat, tindakan preventif dapat dilakukan sebelum petani mengalami kerugian besar.

Harapan untuk Lumbung Pangan Nasional

Target Luas Tambah Tanam (LTT) padi sebesar 2,8 juta hektare di Jawa Timur memang ambisius, namun dengan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi yang sudah mencapai 27,07% di awal April dan stok pupuk yang dipastikan aman, optimisme tetap membubung tinggi.

Jawa Timur bukan hanya sekadar provinsi; ia adalah penyuplai logistik utama bagi wilayah Timur Indonesia. Jika produksi pangan di Jawa Timur goyah, maka ketahanan pangan nasional akan ikut berguncang. Maka dari itu, kolaborasi antara dinas, penyuluh, TNI (Kopasus), dan petani menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan swasembada ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *