Banyuwangi , Sapapublik
Di bawah langit Kecamatan Glenmore yang sejuk, Sabtu (28/2), raut bahagia terpancar dari wajah ratusan warga Banyuwangi. Kehadiran Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan membawa angin segar berupa dukungan ekonomi senilai Rp5,26 miliar.
Langkah ini diambil Pemprov Jatim sebagai upaya konkret memperkuat “bantalan” sosial dan ekonomi masyarakat, memastikan mereka yang berada di garis kerentanan tetap tegak berdiri di tengah tantangan ekonomi global.
Menjaga Martabat, Menghalau Jeratan Rentenir
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa bantuan ini dirancang dengan dua jalur utama: sosial dan ekonomi. Bagi lansia dan penyandang disabilitas, bantuan ini menjadi sandaran hidup yang menjamin kesejahteraan dasar mereka.
Namun, yang tak kalah krusial adalah penyaluran zakat produktif bagi pelaku usaha ultra mikro. Program ini bukan sekadar modal usaha, melainkan perisai bagi rakyat kecil agar tidak terjerat “lintah darat” atau pinjaman online (pinjol) ilegal.
“Bantalan ekonomi melalui zakat produktif ini bertujuan agar pelaku usaha kecil bisa mandiri dan terbebas dari jeratan rentenir maupun pinjol yang sering kali mencekik masyarakat miskin,” ujar Khofifah dengan nada penuh empati.
Kolaborasi Lintas Sektor: Mengurai Kompleksitas Kemiskinan
Kemiskinan adalah persoalan kompleks yang tidak bisa diselesaikan secara parsial. Khofifah menjelaskan bahwa bantuan senilai Rp5,26 miliar ini merupakan hasil “keroyokan” atau komplimentaritas berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim.
Berikut adalah rincian pilar-pilar penyokong bantuan tersebut:
- Sektor Sosial (Dinas Sosial – Rp2,25 Miliar): Menyasar 866 keluarga PKH Plus, penyandang disabilitas, hingga tali asih bagi para “pilar sosial” seperti TKSK dan Tagana yang menjadi ujung tombak di lapangan.
- Pemberdayaan Desa (Dinas PMD – Rp1,28 Miliar): Fokus pada penguatan BUMDesa dan program Jatim Puspa untuk menghidupkan ekonomi dari level desa.
- Infrastruktur & Ketahanan (Dinas PUPR, Dishub, & Pertanian): Alokasi kolektif lebih dari Rp1,7 miliar untuk bantuan keuangan desa guna memperbaiki aksesibilitas dan ketahanan pangan warga.
Kado Sebelum Hari Raya
Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi, menambahkan bahwa momentum penyaluran ini sengaja dipercepat. Tujuannya jelas: agar masyarakat memiliki bekal yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Di sisi lain, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut hangat dukungan ini. Baginya, kolaborasi antara Provinsi dan Kabupaten adalah kunci utama dalam program bedah rumah hingga pengentasan kemiskinan ekstrem di Bumi Blambangan.
Manfaat Nyata di Akar Rumput
Secara garis besar, bantuan ini tidak hanya berhenti sebagai angka di atas kertas, namun bertransformasi menjadi manfaat nyata:
- Peningkatan Daya Beli: Bantuan tunai langsung membantu konsumsi rumah tangga rentan.
- Kemandirian Ekonomi: Modal usaha mikro menciptakan siklus ekonomi mandiri di desa.
- Apresiasi Relawan: Tali asih bagi petugas sosial membakar semangat mereka untuk terus melayani masyarakat.
Melalui sinergi ini, Pemprov Jatim berharap Banyuwangi tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu melompat lebih tinggi menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan






