Membuka Pintu Peluang, 1.000 Anak Muda Siap Taklukkan Sektor IT, Ritel dan Perhotelan 

Program You RISE, sebuah inisiatif kolaboratif antara Plan Indonesia dan DBS Foundation, resmi menggandeng Disnakertrans Jawa Timur untuk menempa 1.000 talenta muda agar siap bertarung di sektor perhotelan, ritel, hingga IT.

Inti Berita

  • Misi Besar: Program You RISE hasil kolaborasi Plan Indonesia dan Disnakertrans Jatim menargetkan pelatihan bagi 1.000 kaum muda, khususnya perempuan dan kelompok rentan, untuk sektor IT,  perhotelan dan ritel hingga September 2026.
  • Solusi Pengangguran: Inisiatif ini dirancang untuk menekan angka pengangguran usia produktif (15-24 tahun) yang saat ini menyentuh angka 16-17 persen melalui penguatan keterampilan teknis dan kesiapan mental.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya

Surabaya, Sapapublik

Masa muda seharusnya menjadi fase penuh harapan, namun bagi banyak remaja di Jawa Timur, mencari pekerjaan yang layak masih menjadi tantangan besar. Di tengah angka pengangguran usia muda yang mencapai 17 persen, sebuah langkah nyata lahir di Aula BLK Surabaya pada Selasa (10/3/2026). kolaboratif antara Plan Indonesia dan DBS Foundation, resmi menggandeng Disnakertrans Jawa Timur untuk melaksanakan program bertajuk You RISE (Youth be Ready, Inclusive, Skilled, Empowered).

Program ini bukan sekadar pelatihan biasa. You RISE hadir dengan ambisi besar yaitu membekali 1.000 anak muda di Surabaya dan Sidoarjo dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan oleh industri perhotelan dan ritel. Fokus utamanya pun sangat humanis, yakni memberikan ruang lebih bagi perempuan dan kelompok rentan agar mereka memiliki akses yang setara terhadap pekerjaan yang aman dan berkelanjutan.

Bukan Sekadar Sertifikat, Tapi Kesiapan Masa Depan

Maya Sinlae, Project Manager You RISE, menjelaskan bahwa investasi pada talenta muda adalah langkah jangka panjang. Baginya, program ini melampaui kegiatan CSR pada umumnya karena mencakup empat pilar krusial yaitu kesiapan kerja, literasi keuangan, keterampilan vokasi, hingga penempatan kerja yang inklusif.

“Kami membangun kolaborasi untuk memastikan kaum muda memiliki masa depan kerja yang inklusif,” tutur Maya. Pesan ini menegaskan bahwa setiap peserta diharapkan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mandiri secara finansial.

Sentuhan ‘Soft Skill’ untuk Dunia Profesional

Senada dengan semangat tersebut, Kepala Disnakertrans Jawa Timur, Sigit Priyanto, menekankan pentingnya keseimbangan antara keahlian teknis (hard skill) dan karakter (soft skill). Menurutnya, di dunia kerja modern, komunikasi dan etos kerja adalah kunci utama yang sering kali terlupakan.

Melalui sinergi bersama mitra seperti DBS Foundation, pemerintah berharap lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga mentalitas profesional yang tangguh. Dengan kolaborasi lintas sektor ini, impian untuk melihat anak muda Jawa Timur berkontribusi langsung pada ekonomi daerah kini terasa semakin dekat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *