Inti Berita
- Komitmen Perlindungan Sosial: Pemprov Jatim menyalurkan Rp7,607 miliar di Gresik, menyasar 1.202 lansia (PKH Plus), 136 penyandang disabilitas (ASPD), hingga penghapusan kemiskinan ekstrem.
- Sinergi Pemberdayaan Ekonomi & Infrastruktur: Bantuan mencakup zakat produktif UMKM, penguatan BUMDesa di belasan desa, hingga bantuan aspal untuk akses ekonomi warga.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya
Gresik, Sapapublik
Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan momentum bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk “menjemput bola” dalam memeratakan kesejahteraan.
Melalui agenda Sapa Bantuan Sosial (Bansos) Amaliah Ramadhan yang digelar Jumat (13/3/2026), Kabupaten Gresik menjadi saksi penyaluran bantuan senilai total Rp7,607 miliar.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir membawa misi besar: memastikan negara hadir di tengah masyarakat rentan sembari memicu kemandirian ekonomi dari akar rumput.
Menjaga Nyala Harapan Lansia dan Disabilitas
Fokus utama bantuan ini adalah perlindungan sosial yang menyentuh angka Rp3,445 miliar melalui Dinas Sosial Jatim. Porsi terbesar jatuh pada program PKH Plus senilai Rp2,404 miliar.
Dana ini disalurkan kepada 1.202 lansia yang berada dalam keluarga penerima manfaat, di mana masing-masing mendapatkan Rp2 juta per tahun.
Kehangatan Ramadhan juga dirasakan oleh 136 penyandang disabilitas lewat program ASPD dengan total Rp489,6 juta, serta 116 warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem dengan total Rp174 juta.
Tak hanya berupa uang tunai, perhatian juga diberikan kepada 28 lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dalam bentuk bantuan permakanan senilai Rp128,1 juta.
Mendorong Ekonomi Lewat “Zakat Produktif” dan Desa Berdaya
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa bantuan ini tidak boleh hanya habis untuk konsumsi. “Kami ingin bantuan ini mendorong lahirnya usaha produktif baru,” tuturnya.
Untuk itu, skema pemberdayaan ekonomi diluncurkan melalui:
- Zakat Produktif: 50 pelaku usaha mikro mendapatkan tambahan modal masing-masing Rp500 ribu melalui BUMD Jatim.
- KIP PPKS Jawara: Bantuan kewirausahaan inklusif sebesar Rp3 juta untuk mendukung kemandirian warga produktif.
- Penguatan Desa: Melalui Dinas PMD, dikucurkan dana untuk 2 Desa Berdaya (Rp200 juta), program Jatim Puspa (Rp91,9 juta), hingga suntikan modal untuk 4 BUMDesa (Rp400 juta).
Sinergi Infrastruktur: Dari Aspal hingga Tali Asih
Kesejahteraan tidak akan maksimal tanpa akses yang layak. Oleh karena itu, Pemprov Jatim juga memberikan Bantuan Keuangan (BK) Desa lintas sektor, mulai dari Dinas PUPRKCK (Rp1,6 miliar untuk 9 desa), Dinas Pertanian (Rp1,150 miliar), hingga Bina Marga yang memberikan bantuan material aspal untuk memperbaiki jalan kabupaten yang menopang ekonomi desa.
Di balik masifnya penyaluran ini, Pemprov tidak melupakan para “pejuang sunyi”. Sebanyak 118 pilar sosial yang mulai dari pendamping PKH Plus, TKSK, hingga Tagana, semuanya menerima tali asih atau Bantuan Operasional (BOP) sebesar Rp247,2 juta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka melayani masyarakat Jawa Timur.
Menutup rangkaian kegiatan, Khofifah berharap seluruh bantuan ini menjadi fondasi yang kuat bagi pembangunan desa yang berkelanjutan. Di bulan yang suci ini, bantuan tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi warga Gresik untuk tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh lebih berdaya






