Lebih dari Sekadar Angka, Misi Khofifah Menjadikan Perempuan Jawa Timur Pilar Utama Pembangunan

Inti Berita:

  • Kekuatan Dompet & Suara: Dengan jumlah mencapai 21,1 juta jiwa (50,15% penduduk Jatim), perempuan bukan lagi sekadar penonton, melainkan motor penggerak ekonomi dan kebijakan di Jawa Timur.
  • Prestasi di Atas Rata-rata: Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jawa Timur sukses menembus angka 92,19, melampaui rata-rata nasional dan membuktikan mengecilnya jurang ketimpangan antara laki-laki dan perempuan.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya:

Surabaya, Sapapublik

Minggu, 8 Maret 2026, suasana peringatan Hari Perempuan Internasional di Surabaya terasa berbeda. Di balik riuh kampanye global bertema “Rights. Justice. Action.”, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membawa sebuah refleksi mendalam mengenai posisi perempuan di wilayahnya. Baginya, perempuan bukan sekadar angka statistik, melainkan nyawa dari pembangunan daerah.

Melampaui Target Nasional

Data terbaru menunjukkan bahwa Jawa Timur kini dihuni oleh lebih dari 21 juta perempuan. “Ini adalah kekuatan besar,” ujar Khofifah. Namun, kekuatan ini menuntut tanggung jawab yang sama besarnya. Jawa Timur tidak hanya ingin unggul secara kuantitas, tetapi juga kualitas. Hal ini dibuktikan dengan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) yang turun tajam ke angka 0,347 merupakan sebuah pencapaian yang menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi paling inklusif di Indonesia, bahkan melampaui rata-rata nasional.

Tantangan di Balik Prestasi

Meski demikian, Khofifah tidak ingin kita cepat berpuas diri. Di balik angka-angka gemilang tersebut, tantangan nyata masih membayangi. Isu kekerasan terhadap perempuan, pernikahan anak, hingga stunting tetap menjadi kerikil yang harus disingkirkan. Pemerintah Provinsi terus memperkuat benteng perlindungan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) yang tersebar di berbagai daerah.

Komitmen Global untuk Aksi Nyata

Sejalan dengan pesan Sekjen PBB, António Guterres, bahwa perempuan di dunia baru menikmati sekitar 64 persen dari hak hukum laki-laki, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi.

Harapannya satu, yaitu memastikan perempuan memiliki ruang yang adil untuk berkarya, mandiri secara ekonomi, dan menjadi pilar bagi ketahanan keluarga. Karena pada akhirnya, saat seorang perempuan berdaya, sebuah bangsa akan tumbuh jauh lebih kuat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *