Khofifah Keliling 17 Daerah, Salurkan Bansos Rp 160,9 Miliar untuk Warga Rentan Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Kadinsos Jatim Restu Novi Widiani saat menyerahkan bantuan ASPD.

Inti Berita:

  • Pemprov Jatim menyalurkan bansos senilai Rp 160,9 miliar ke 17 kabupaten/kota selama Ramadan untuk kelompok rentan.
  • Program ini bagian dari Nawa Bhakti Satya pilar “Jatim Sejahtera” untuk percepatan pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial.
  • *Foto simsSelain bansos, juga ada pemberdayaan ekonomi lewat KIP Jawara, zakat produktif, hingga bazar UMKM di setiap titik kegiatan.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya:

Surabaya, Sapapublik 

Selama bulan Ramadan, Khofifah Indar Parawansa berkeliling ke 17 kabupaten dan kota di Jawa Timur, membawa satu misi utama: memastikan bantuan sosial benar-benar sampai kepada warga yang paling membutuhkan.

Total Rp 160,9 miliar digelontorkan melalui program Sapa Bansos Amaliah Ramadan, menyasar kelompok rentan seperti lansia kurang mampu, penyandang disabilitas berat, hingga masyarakat miskin ekstrem.

Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Bantalan Sosial

Di Kota Kediri, salah satu titik penyaluran, Khofifah menegaskan bahwa bansos ini bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan “bantalan sosial” yang diharapkan mampu langsung meringankan beban hidup masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari implementasi Nawa Bhakti Satya. khususnya pilar “Jatim Sejahtera”, yang fokus pada pengentasan kemiskinan dan penguatan perlindungan sosial yang lebih adil dan inklusif.

Menjangkau 17 Daerah, Satu Tujuan

Perjalanan bansos ini dimulai sejak Februari dan berlanjut hingga pertengahan Maret. Dari Pasuruan hingga Bangkalan, setiap daerah menerima bantuan dengan nilai yang disesuaikan kebutuhan masing-masing.

Meski berbeda jumlah, tujuan utamanya tetap sama yaitu mengurangi beban ekonomi masyarakat dan mempercepat penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur.

Dari Bantuan ke Kemandirian Ekonomi

Menariknya, program ini tidak berhenti pada bantuan konsumtif. Pemprov Jatim juga mendorong pemberdayaan ekonomi melalui KIP Jawara, yang menyasar berbagai kelompok, termasuk perempuan dan keluarga penerima manfaat

Di setiap titik kunjungan, bazar UMKM turut digelar. Produk-produk hasil usaha warga dipamerkan, memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh dan mandiri secara ekonomi.

Peran Penting Pilar Sosial

Di balik suksesnya penyaluran bansos, ada peran besar para pilar sosial seperti pendamping PKH, tenaga kesejahteraan sosial, hingga relawan Tagana. Sebagai bentuk apresiasi, mereka juga menerima bantuan operasional atau tali asih atas dedikasi dalam mendampingi masyarakat.

Sentuhan Ramadan yang Lebih Hangat

Selain bantuan ekonomi, perhatian juga diberikan kepada siswa Sekolah Rakyat yang menerima perlengkapan ibadah dan tas sekolah. Tak hanya itu, Al-Qur’an hadiah dari Raja Salman turut dibagikan kepada masyarakat dan pilar sosial, menambah nuansa kebersamaan dan keberkahan Ramadan.

Menguatkan Solidaritas di Bulan Suci

Melalui rangkaian program ini, Khofifah ingin menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum untuk memperkuat solidaritas sosial. Di balik angka Rp 160,9 miliar, ada harapan besar: masyarakat yang lebih kuat, lebih mandiri, dan Jawa Timur yang semakin sejahtera.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *