Inti Berita:
- Lonjakan Signifikan: Kunjungan wisatawan ke Jawa Timur naik 18 persen dibanding tahun lalu, mencapai total 5,31 juta pelancong per 29 Maret 2026.
- Destinasi Favorit: Wisatawan mancanegara memburu Tumpak Sewu dan Bromo, sementara wisatawan nusantara memadati Telaga Sarangan hingga Kebun Binatang Surabaya.
- Dampak Ekonomi: Tingginya mobilitas masyarakat yang diproyeksikan mencapai 19 juta pergerakan menjadi mesin penggerak ekonomi bagi UMKM di sekitar destinasi.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya
Momentum Emas Wisata Jatim
Surabaya, Sapapublik – Libur Lebaran 2026 menjadi momentum emas bagi pariwisata Jawa Timur. Berdasarkan data terbaru dari Disbudpar Jatim, tercatat lebih dari 5,31 juta orang memilih menghabiskan waktu libur mereka di berbagai Daya Tarik Wisata (DTW) yang tersebar di wilayah Jawa Timur.
Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut positif tren ini. Beliau menegaskan bahwa angka-angka tersebut adalah bukti nyata bahwa Jawa Timur tetap menjadi destinasi favorit masyarakat, baik lokal maupun mancanegara.
Antara Alam dan Wisata Keluarga
Menariknya, terdapat perbedaan preferensi antara wisatawan lokal dan asing. Bagi wisatawan mancanegara (wisman), pesona alam yang megah masih menjadi magnet utama.
Nama-nama seperti Air Terjun Tumpak Sewu di Lumajang, kawasan Bromo Tengger Semeru, hingga fenomena api biru di Kawah Ijen menempati urutan teratas daftar kunjungan mereka.
Tak ketinggalan, keunikan Kampung Warna-Warni di Kota Malang juga sukses mencuri perhatian turis dunia.
Di sisi lain, wisatawan nusantara (wisnus) lebih cenderung memilih destinasi yang ramah keluarga dan menawarkan kesejukan alam. Telaga Sarangan di Magetan, Pantai Klayar di Pacitan, hingga ikon wisata kota seperti Kebun Binatang Surabaya dan Monumen Simpang Lima Gumul Kediri menjadi titik-titik kepadatan utama selama libur lebaran.
Menggerakkan Roda Ekonomi Rakyat
Gubernur Khofifah menekankan bahwa ledakan kunjungan ini bukan sekadar angka statistik. Dengan proyeksi pergerakan mencapai 19 juta mobilitas, sektor ekonomi kerakyatan ikut kecipratan berkah.
“Pergerakan yang tinggi ini menggerakkan ekonomi daerah, khususnya bagi para pelaku UMKM dan usaha kecil di sekitar destinasi wisata,” ujar Khofifah saat ditemui di Surabaya, Senin (30/3).
Komitmen Keamanan sebagai Prioritas
Meskipun angka kunjungan terus merangkak naik hingga diprediksi berlanjut sampai 5 April mendatang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak ingin lengah. Khofifah menegaskan bahwa aspek keselamatan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama.
Pemprov Jatim telah menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan, terutama terkait mitigasi potensi kebencanaan di objek wisata alam.
Harapannya, wajah pariwisata Jawa Timur tidak hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena standar keamanannya yang tinggi bagi setiap pengunjung.






