Inti Berita
- Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyiapkan langkah strategis untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan wisatawan selama libur Lebaran 2026.
- Antisipasi lonjakan wisatawan dilakukan dengan penguatan koordinasi lintas sektor, mitigasi risiko cuaca, serta pengaturan kapasitas layanan di destinasi wisata unggulan.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya
Surabaya, Sapapublik
Menjelang libur Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan perjalanan wisata masyarakat berlangsung aman dan nyaman.
Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman wisata yang tertib sekaligus aman bagi para pemudik dan wisatawan.
Langkah ini tidak muncul tanpa alasan. Sepanjang tahun 2025, sektor pariwisata Jawa Timur menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Provinsi ini bahkan menyumbang sekitar 18 persen dari total pergerakan wisatawan nusantara di Indonesia.
Data menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai sekitar 521,9 ribu orang, meningkat lebih dari 48 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara wisatawan nusantara menembus angka 82,3 juta perjalanan.
Beberapa destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan domestik antara lain Kebun Binatang Surabaya, Telaga Sarangan di Magetan, Jawa Timur Park II di Kota Batu, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, hingga kawasan Kota Lama Surabaya.
Capaian ini menjadi dasar pemerintah daerah untuk menyiapkan strategi pelayanan selama masa libur Lebaran yang diperkirakan kembali menghadirkan lonjakan wisatawan.
Antisipasi Puncak Kunjungan Wisata
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, mengarahkan seluruh pemangku kepentingan pariwisata agar meningkatkan kesiapsiagaan operasional. Salah satu fokus utamanya adalah memetakan titik-titik konsentrasi pengunjung di berbagai destinasi
Evaluasi dari periode libur sebelumnya menunjukkan bahwa puncak kunjungan wisata biasanya terjadi pada H+4 setelah Lebaran. Karena itu, pengelola destinasi diminta memperketat standar operasional pelayanan serta memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari pengelola objek wisata hingga aparat keamanan.
Selain itu, pengelola destinasi juga diminta menerapkan modul kepariwisataan yang telah disusun sebagai pedoman operasional dan mitigasi risiko.
Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Hujan
Periode libur Lebaran tahun ini juga bertepatan dengan musim penghujan. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah memberi perhatian khusus terhadap potensi ancaman hidrometeorologi.
Beberapa risiko yang diidentifikasi antara lain banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga gelombang tinggi di kawasan wisata alam.
Untuk itu, wisatawan dianjurkan memantau kondisi cuaca secara berkala melalui informasi dari BMKG sebelum melakukan perjalanan. Wisatawan juga disarankan memilih akomodasi yang menyediakan kebijakan pembatalan fleksibel serta memprioritaskan destinasi wisata dalam ruangan jika kondisi cuaca tidak mendukung aktivitas luar ruang.
Selain itu, wisatawan diminta tidak memaksakan kegiatan wisata luar ruangan saat cuaca buruk serta menyiapkan perlengkapan pribadi seperti payung, jas hujan, jaket cadangan, hingga obat-obatan.
Destinasi Favorit Diprediksi Dipadati Pengunjung
Sejumlah destinasi wisata unggulan diperkirakan akan menjadi magnet utama wisatawan selama libur Lebaran. Untuk wisatawan domestik, lokasi seperti Kebun Binatang Surabaya, Telaga Sarangan, dan Jawa Timur Park II diprediksi akan dipadati pengunjung.
Sementara bagi wisatawan mancanegara, beberapa destinasi alam masih menjadi daya tarik utama, seperti Air Terjun Tumpak Sewu di kawasan Semeru, Taman Wisata Alam Ijen, serta Kampung Warna Warni di Malang.
Disbudpar Jawa Timur pun telah melakukan pemantauan lapangan secara intensif di sejumlah lokasi tersebut untuk memastikan kesiapan fasilitas serta manajemen kerumunan.
Dukungan Transportasi, Kesehatan, hingga Posko Darurat
Untuk memastikan kelancaran mobilitas wisatawan dan pemudik, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memperkuat koordinasi lintas sektor melalui Surat Edaran Gubernur.
Beberapa dukungan yang disiapkan meliputi pengaturan kapasitas transportasi, penambahan layanan darurat, serta pengaturan lalu lintas di jalur menuju kawasan wisata.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan posko tanggap darurat bencana, jalur evakuasi di destinasi rawan, hingga peningkatan layanan kesehatan darurat melalui pos kesehatan sementara.
Menariknya, masjid-masjid strategis di sepanjang jalur mudik juga diinstruksikan untuk dapat difungsikan sebagai rest area bagi para pemudik.
Koordinasi pengamanan juga diperkuat dengan Polisi Pariwisata guna memastikan pelayanan, keamanan, serta pengaturan arus pengunjung selama musim libur Lebaran berlangsung.
Akses Informasi Wisata Resmi
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengakses informasi resmi sebelum melakukan perjalanan wisata. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui Sistem Informasi Daya Tarik Wisata (SIDITA) Jawa Timur serta kanal Digital Tourism Information Center.
Dengan berbagai langkah tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memastikan pariwisata selama Libur Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan tetap memb
erikan pengalaman wisata yang menyenangkan bagi semua pengunjung.






