Jatim Bersiap Sambut 25 Juta Pemudik, Mudik Gratis Hingga Antisipasi Puncak Arus saat Nyepi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026 di Rupatama Polda Jatim, Jl. A. Yani No. 116 Surabaya, Senin (9/3). Rakor itu digelar guna menyiapkan langkah-langkah antisipatif dan kolaborasi lintas sektor guna menghadapi arus mudik 2026 dimana akan ada 24,90 juta masyarakat yang akan mudik ke Jawa Timur.

Inti Berita

  • Lonjakan Pemudik Fantastis: Jawa Timur memproyeksikan kedatangan 24,90 juta pemudik (17,3% dari total nasional) dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17-18 Maret 2026.
  • Kesiapan Total Lintas Sektor: Pemprov Jatim menyiagakan ribuan armada transportasi, program mudik gratis, hingga ribuan tenaga medis guna memastikan keamanan mengingat momen mudik kali ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya

Surabaya, Sapapublik

Jawa Timur tengah bersiap menghadapi salah satu tantangan logistik dan keamanan terbesar tahun ini. Dalam Rapat Koordinasi Operasi Ketupat Semeru 2026 di Polda Jatim, Senin (9/3), Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengonfirmasi bahwa provinsi ini akan menjadi magnet bagi sekitar 24,90 juta pemudik. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari 17,3 persen pergerakan pemudik di seluruh Indonesia.

Gubernur Khofifah menekankan bahwa mudik tahun ini memiliki dinamika yang unik. Puncak arus mudik diprediksi jatuh pada 17 hingga 18 Maret 2026. Menariknya, momen ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026. Hal ini menjadi perhatian khusus, terutama untuk jalur penyeberangan menuju Bali, karena operasional pelabuhan akan terhenti saat Nyepi di tengah puncak arus mudik.

Kesiapan Infrastruktur dan Armada

Untuk melayani jutaan orang tersebut, Pemprov Jatim tidak main-main dalam menyiapkan infrastruktur. Total ada lebih dari 6.600 bus, 148 rangkaian kereta api, hingga ratusan pesawat dan kapal laut yang disiagakan. Tidak hanya soal kendaraan, kapasitas dermaga di Pelabuhan Jangkar juga telah ditingkatkan untuk memecah kepadatan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Bagi masyarakat yang ingin berhemat dan lebih aman, program Mudik Gratis kembali dihadirkan. Fasilitas ini mencakup moda bus, kapal laut, hingga pengangkutan sepeda motor untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Layanan Kesehatan dan Keamanan Lingkungan

Sisi kemanusiaan menjadi prioritas dalam Operasi Ketupat Semeru kali ini. Khofifah menyebutnya sebagai “layanan publik sosial spiritual.” Untuk mendukung hal tersebut, disiagakan:

  • 8.991 personel gabungan dari berbagai instansi.
  • Tenaga Medis: 343 dokter, 5.172 perawat, dan ribuan supir ambulans yang terkoneksi melalui Public Safety Center 119.

Gubernur juga meminta instansi terkait seperti Pertamina untuk menjamin stok BBM dan LPG 3 kg tetap aman. Selain itu, BMKG dan PVMBG diminta tetap waspada memantau cuaca serta aktivitas Gunung Semeru agar masyarakat dapat mudik dengan tenang.

“Kita ingin negara hadir memberikan rasa aman. Pelayanan harus humanis dan responsif,” pungkas Khofifah. Dengan persiapan matang ini, Jawa Timur berharap tradisi tahunan ini dapat berjalan lancar, aman, dan menjadi berkah bagi seluruh masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *