Inflasi Jawa Timur Januari 2026 Capai 3,29 Persen, Tertinggi di Sumenep

Plt Kepala BPS Jawa Timur melalui Statistisi Ahli Madya, Ike Rahayu Sri saat menyampaikan rilis BPS Jatim

Surabaya, Sapapublik

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat tingkat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 3,29 persen. Angka ini menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,53 pada Januari 2025 menjadi 110,03 pada Januari 2026.

Bacaan Lainnya

Plt Kepala BPS Jawa Timur melalui Statistisi Ahli Madya, Ike Rahayu Sri menjelaskan, inflasi tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran utama.

“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Januari 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 11 kabupaten/kota, inflasi y-on-y Jawa Timur tercatat sebesar 3,29 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (2/2/2026).

Menurut data BPS, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep dengan angka 5,06 persen dan IHK sebesar 114,21. Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Gresik sebesar 2,35 persen dengan IHK 107,83.

Selain inflasi tahunan, pada Januari 2026 Jawa Timur justru mengalami deflasi secara bulanan (month to month/m-to-m) dan kumulatif tahun berjalan (year to date/y-to-d) sebesar 0,20 persen.

Kelompok Penyumbang Inflasi Terbesar

Inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan indeks pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Beberapa kelompok yang mencatat kenaikan signifikan antara lain:

* Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 12,94 persen

* Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 17,24 persen

* Kelompok kesehatan naik 1,72 persen

* Kelompok pendidikan naik 1,77 persen

* Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 1,07 persen

* Kelompok transportasi naik 1,03 persen

Satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan deflasi 0,34 persen.

“Komoditas yang dominan menyumbang inflasi antara lain tarif listrik, emas perhiasan, beras, mobil, bahan bakar rumah tangga, serta daging ayam ras,” jelasnya.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru memberikan andil deflasi, seperti cabai rawit, cabai merah, bawang putih, bensin, dan sejumlah komoditas hortikultura lainnya.

Perbandingan Inflasi Antar Kota

Dari 11 kabupaten/kota yang dipantau, seluruh wilayah mengalami inflasi y-on-y. Selain Sumenep dan Gresik, inflasi tertinggi berikutnya terjadi di Kota Surabaya sebesar 3,54 persen, disusul Kota Probolinggo 3,43 persen dan Kota Malang 3,33 persen.

Sementara itu, secara bulanan sebagian besar daerah mengalami deflasi. Deflasi terdalam tercatat di Kabupaten Gresik sebesar 0,45 persen.

BPS Jawa Timur menilai perkembangan harga pada awal tahun ini masih berada dalam tren yang relatif terkendali meski terdapat tekanan pada sejumlah komoditas strategis.

“Kami akan terus memantau dinamika harga di berbagai daerah agar pemerintah daerah dapat mengambil kebijakan pengendalian inflasi secara tepat,” tutup Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *