Inti Berita :
- Respon Cepat Lembaga: Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto langsung melakukan peninjauan lapangan di hari pertama kerja ASN (25/3) untuk merespons banjir besar di Kabupaten Pasuruan.
- Kondisi Kritis: Banjir di Dusun Balongrejo, Kecamatan Beji, tercatat sebagai yang terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya akibat luapan Sungai Wrati dan cuaca ekstrem.
- Dukungan Logistik Masif: BPBD Jatim menyalurkan ribuan paket bantuan mulai dari makanan siap saji, perlengkapan bayi (kidsware), hingga peralatan evakuasi dan personel lapangan.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya
@sapapublikdotcom Baca beritanya, like , subscribe, dan follow ya #bpbdjatim #banjir ♬ Informative – Atomica Music
Dedikasi Tanpa Jeda di Hari Pertama Kerja
Pasuruan, Sapapublik – Bagi sebagian besar Aparatur Sipil Negara (ASN), hari Rabu (25/3/2026) mungkin menjadi momen halal bihalal atau sekadar koordinasi administratif di balik meja. Namun, pemandangan berbeda terlihat pada pucuk pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, memilih untuk langsung mengenakan sepatu bot dan turun ke lokasi terdampak banjir di Dusun Balongrejo, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Langkah ini merupakan respon cepat atas hujan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Selasa sore (24/3), yang mengakibatkan Sungai Wrati meluap hebat.
Menembus “Lautan” Persawahan dengan Perahu
Akses menuju Dusun Balongrejo bukanlah perkara mudah. Tim BPBD Jatim yang didampingi oleh Wakil Bupati Pasuruan HM. Shobih Asrori, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, Camat Beji Abdurachim Efendhy, serta jajaran Forkopimcam setempat termasuk Kades Kedungringin, Rizki Wahyuni harus merelakan kendaraan mereka terhenti di batas genangan.
Satu-satunya cara menjangkau warga adalah dengan menggunakan perahu kayu milik warga. Mereka membelah hamparan persawahan yang kini berubah menjadi hamparan air yang luas. Jalur air ini mendadak menjadi “jalan utama” bagi warga dusun yang terisolasi untuk sekadar keluar mencari kebutuhan pokok.
“Dibanding banjir-banjir sebelumnya, banjir ini memang yang paling besar,” ujar Rizki Wahyuni, Kades Kedungringin dengan nada prihatin, didampingi Kasun setempat, Wagiyono. Pernyataan ini menegaskan bahwa situasi di lapangan sedang tidak baik-baik saja.
Keamanan Warga Jadi Prioritas Utama
Di sela-sela pembagian bantuan berupa nasi bungkus dan makanan siap saji, Gatot Soebroto dan Wabup Shobih Asrori tak henti-hentinya memberikan edukasi keselamatan. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah mematikan aliran listrik di rumah-rumah yang terendam.
Langkah ini diambil guna mencegah jatuhnya korban jiwa akibat korsleting atau sengatan listrik di tengah genangan.
Wabup Shobih Asrori menjelaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat daerah hingga provinsi di lokasi adalah bentuk kehadiran negara di saat warga sedang mengalami kesulitan. Namun, ia juga melontarkan catatan penting terkait mitigasi jangka panjang.
“Kami berharap ada kajian teknis untuk mengetahui secara pasti penyebab banjir di Beji ini. Mengapa setiap tahun selalu terjadi, dan mengapa kali ini menjadi yang terbesar?” tegasnya.
Dibalik Layar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
Menjawab rasa penasaran publik mengenai cuaca ekstrem ini, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto memberikan penjelasan teknis. Sebenarnya, sesuai arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pemprov Jatim telah berupaya mengantisipasi hujan lebat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Selama 10 hari masa lebaran, telah dilakukan 22 sortie penyemaian awan untuk mengalihkan hujan. Namun, Gatot mengakui adanya keterbatasan.
“Karena keterbatasan jumlah sortie, tidak semua daerah bisa tertangani sepenuhnya, termasuk intensitas hujan tinggi yang jatuh di wilayah Pasuruan. Kami berharap potensi hujan hari ini bisa tertangani agar air segera surut,” jelas Gatot.
Dukungan Logistik yang Tak Main-main
Sebagai bentuk pelayanan total, BPBD Jatim tidak datang dengan tangan hampa. Dukungan logistik dalam jumlah besar telah dikirimkan untuk menyokong kebutuhan dasar ribuan warga di beberapa kecamatan terdampak seperti Beji, Grati, Gondangwetan, hingga Gempol.
Rincian bantuan tersebut meliputi:
- Ribuan Paket Biskuit: Mulai dari varian minimanis, klepon, marie, hingga malkist (total lebih dari 10.000 pack).
- Makanan Bergizi: 360 kaleng koktail buah, 360 kaleng kacang hijau, serta ratusan kaleng nasi siap saji (opor, kare, dan nasi goreng).
- Kebutuhan Khusus: 100 paket kidsware (perlengkapan anak) dan 50 paket perlengkapan makan.
Tak hanya urusan perut, aspek evakuasi juga diperkuat dengan pengiriman perahu karet, tenda pengungsi, serta tambahan personel lapangan untuk memastikan keselamatan warga tetap terjaga hingga kondisi benar-benar pulih.
Apakah menurutmu pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Pasuruan harus menjadi prioritas utama anggaran tahun depan agar kejadian serupa tak terulang?






