Surabaya, Sapapublik
Khofifah Indar Parawansa mencanangkan gerakan bebas sampah plastik di lingkungan sekolah se-Jawa Timur sebagai langkah konkret membangun budaya peduli lingkungan sejak dini. Pencanangan tersebut berlangsung di sela kegiatan Expo dan Expose Hebatnya SMK Jatim di Grand City, Surabaya, Sabtu (14/2).
Gerakan yang diinisiasi Dinas Pendidikan Jawa Timur ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung program Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang diinstruksikan Presiden RI Prabowo Subianto.
@sapapublikcom #khofifahindahparawansa #jawatimur #pendidikan #lingkungan #surabaya ♬ suara asli – media sapa publik
Sekolah Jadi Garda Terdepan Pengurangan Sampah Plastik
Khofifah menegaskan, sekolah harus menjadi pelopor pembentukan karakter generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Ia menyatakan, langkah sederhana seperti membawa tumbler sendiri dapat menekan penggunaan plastik sekali pakai yang selama ini menjadi penyumbang utama timbulan sampah.
“Langkah ini bukan gerakan sederhana. Kami yakin, dari kebiasaan kecil akan lahir dampak besar bagi kelestarian bumi dan masa depan generasi mendatang,” ujar Khofifah.
Dalam pencanangan tersebut, Khofifah bersama para pemangku kepentingan sektor pendidikan mengangkat tumbler sebagai simbol komitmen bersama mengurangi sampah plastik. Pemprov Jatim juga membagikan tumbler kepada peserta dan pengunjung sebagai ajakan nyata untuk mengubah kebiasaan sehari-hari
Lihat postingan ini di Instagram
Manfaat Langsung bagi Lingkungan dan Kesehatan
Gerakan bebas sampah plastik di sekolah memberikan sejumlah manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan, antara lain:
- Mengurangi timbulan sampah plastik sekali pakai yang sulit terurai dan mencemari tanah maupun perairan.
- Meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan sekolah, karena lingkungan yang bersih menurunkan risiko penyakit akibat sanitasi buruk.
- Mendorong efisiensi anggaran pengelolaan sampah, karena volume sampah yang berkurang berarti biaya penanganan juga lebih ringan.
- Membentuk karakter siswa yang disiplin dan bertanggung jawab terhadap lingkungan, yang berdampak jangka panjang bagi pembangunan berkelanjutan.
Khofifah menambahkan, kebijakan ini tidak hanya berlaku di lingkungan sekolah, tetapi juga diterapkan di lingkungan Pemprov Jatim sebagai bentuk keteladanan.
Kontribusi Nyata Wujudkan Indonesia ASRI
Menurut Khofifah, sektor pendidikan memiliki posisi strategis dalam mempercepat perubahan perilaku masyarakat. Melalui kebijakan berbasis pembiasaan, sekolah dapat menjadi laboratorium sosial untuk membangun budaya hidup bersih dan berkelanjutan. “Semangat kebersihan tanpa plastik tidak hanya dimulai dari kebijakan, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama,” tegasnya.
Dengan gerakan sekolah bebas sampah plastik ini, Pemprov Jawa Timur berharap tercipta ekosistem pendidikan yang aman, sehat, resik, dan indah, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia ASRI.






