50 Peserta Bahas Kurikulum Vokasi Berbasis Kompetensi
Pamekasan, Sapapublik
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur memperkuat peran Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) kabupaten/kota melalui kegiatan Kelompok Kerja (Pokja) II Pelatihan TKDV yang digelar di Kantor Bakorwil IV Pamekasan, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini diikuti 50 peserta dan menghadirkan narasumber dari Tim Koordinasi Daerah Vokasi.
Saat menyampaikan sambutan Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Jatim, Arif Khamzah mengatakan bahwa TKDV memiliki peran strategis dalam memastikan pelatihan vokasi di daerah berjalan relevan, berkualitas, dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Penguatan TKDV kabupaten/kota menjadi kunci membangun ekosistem vokasi yang efektif. Pemerintah daerah berada di posisi terdepan dalam membaca kebutuhan pasar kerja lokal,” kata Arif saat membacakan sambutan.
Ia menyampaikan, komposisi peserta yang melibatkan unsur pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan perguruan tinggi dari empat kabupaten di Madura menjadi langkah awal pembentukan TKDV Madura Raya sebagai forum koordinasi pengembangan vokasi di wilayah tersebut.
Dalam sambutan Kadisnakertrans Jatim juga mendorong sinergi aktif antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan kerja, satuan pendidikan vokasi, serta dunia usaha dan dunia industri dalam proses penyusunan dan pemutakhiran kurikulum. Karena kurikulum yang baik adalah kurikulum yang hidup, dinamis, dan terus menyesuaikan perkembangan teknologi serta kebutuhan sektor unggulan daerah.
Sementara kegiatan kali ini merupakan tindak lanjut kebijakan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi di Jawa Timur, dan berdasarkan pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2024 tentang Perencanaan Strategi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. “Kami melaksanakan kegiatan ini sebagai langkah konkret untuk memperkuat kapasitas TKDV di daerah, khususnya dalam perencanaan dan implementasi kurikulum pelatihan vokasi,” jelas Arif.
Melalui Pokja II ini, Disnakertrans Jatim menargetkan terbangunnya kesamaan pemahaman dan rumusan langkah strategis dalam penguatan TKDV kabupaten/kota. Dengan kurikulum yang tepat, pelatihan vokasi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi melahirkan tenaga kerja kompeten, produktif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Dalam paparan materinya, Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto menekankan dua poin utama, Pertama, Adik menegaskan pentingnya penyelarasan (link and match) antara program pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Ia mendorong agar penyusunan kurikulum dan skema pelatihan didasarkan pada peta kebutuhan tenaga kerja sektoral, terutama pada sektor manufaktur, konstruksi, logistik, dan ekonomi kreatif yang menjadi penopang ekonomi Jawa Timur.
Dan kedua, Ia juga menekankan perlunya peningkatan sertifikasi kompetensi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) maupun standar industri. Menurutnya, sertifikasi yang diakui industri akan meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus memberikan kepastian kualitas bagi dunia usaha.
Dua poin tersebut, kata Adik, menjadi fondasi dalam merumuskan kebijakan peningkatan kompetensi SDM yang adaptif, terukur, dan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bakorwil IV Pamekasan, perwakilan Bappeda Jatim, Dinas Pendidikan Jatim, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Kadin Jatim, Cabang Dinas Pendidikan Pamekasan, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan vokasi agar kebijakan yang disusun benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas tenaga kerja dan daya saing daerah.






