Inti Berita:
- Keandalan Pasokan: Direktur Utama PJT I menjamin SPAM Bango tetap beroperasi stabil memasok air bersih meski menghadapi tantangan sampah kiriman dari hulu.
- Langkah Mitigasi: PJT I menerjunkan tim selam khusus untuk membersihkan pipa intake dan memasang trash boom terapung untuk menghalau sampah permukaan.
- Kualitas Terjamin: Seluruh produksi air dipantau ketat secara real-time via sistem SCADA dan telah memenuhi standar Permenkes serta uji laboratorium independen
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya
Malang, Sapapublik
Menjaga aliran air tetap bersih sampai ke rumah warga bukan perkara mudah, terutama saat musim hujan tiba. Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) I, Fahmi Hidayat, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi SPAM Bango saat ini adalah tingginya beban sampah yang terbawa arus sungai dari wilayah hulu.
Kondisi lingkungan yang mulai terdegradasi dan kebiasaan buruk pembuangan sampah ke sungai membuat operasional SPAM harus bekerja ekstra keras. Saat debit air meningkat, sampah-sampah ini seringkali menyumbat sistem pengambilan air (intake).
Aksi Cepat di Balik Jernihnya Air
Untuk mengatasi hambatan tersebut, PJT I tidak tinggal diam. Fahmi menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim selam khusus yang terlatih untuk melakukan pembersihan sedimen dan sampah di bawah air.
Di permukaan sungai pun, unit trash boom telah dibentangkan sebagai pagar pengaman agar sampah tidak masuk ke dalam sistem pengolahan.
“Kualitas air baku memang sangat dipengaruhi oleh sampah, apalagi saat hujan. Ini adalah dampak dari sistem pengelolaan sampah yang belum memadai di masyarakat,” ujar Fahmi pada Kamis (19/3/2026).
Teknologi SCADA dan Standar Kesehatan Ketat
Meski kondisi sungai fluktuatif, kualitas air minum yang sampai ke tangan masyarakat tidak boleh dikompromi. Vice President Pengembangan Bisnis PJT I, Didik Ardianto, menegaskan bahwa kualitas air dipantau setiap jam secara real-time menggunakan sistem digital SCADA
Sejak mulai beroperasi pada Agustus 2025, hasil pengolahan air di WTP Bango secara konsisten telah memenuhi Permenkes No. 2 Tahun 2023. Hasil uji dari laboratorium independen (Sucofindo) juga memperkuat bukti bahwa air yang dihasilkan selalu berada dalam ambang batas aman dan layak konsumsi.
Menjaga Masa Depan Air Kota Malang
PJT I optimis bahwa Sungai Bango memiliki debit air yang cukup stabil (baseflow) bahkan saat memasuki musim kemarau kelak. Namun, keandalan infrastruktur saja tidak cukup.
Dibutuhkan sinergi dari masyarakat untuk mulai mengubah perilaku, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kelestarian lahan di area hulu.
Dengan perawatan aset yang rutin dan evaluasi operasional secara menyeluruh, PJT I berkomitmen menjadikan WTP Bango sebagai pilar utama kemandirian air bersih bagi seluruh warga Kota Malang.






