Malang, Sapapublik.com
Tim Jatim Social Care (JSC) Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mengevakuasi seorang warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) berinisial SM di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin (9/2/2026). Tim menemukan pria tersebut dalam kondisi terpasung di kamar rumahnya selama hampir dua dekade atau sekitar 19 tahun.
Aksi penyelamatan ini berawal dari laporan masyarakat yang mengkhawatirkan kondisi kesehatan SM. Merespons laporan tersebut, Dinsos Jatim bergerak cepat menerjunkan tim untuk memberikan penanganan darurat.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jatim, Muchamad Arif Ardiansyah, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa kondisi SM sudah masuk kategori kedaruratan. “Hasil asesmen awal menunjukkan kondisi kesehatan dan keselamatan SM sangat mengkhawatirkan. Kami harus segera mengevakuasi dan memberikan penanganan medis,” ujar Arif saat memimpin proses evakuasi.
Pendekatan Humanis dalam Evakuasi
Dalam proses pembebasan ini, tim gabungan mengedepankan pendekatan humanis tanpa kekerasan. Penyelamatan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Dinas Sosial Kabupaten Malang, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, RS Radjiman Wediodiningrat Lawang, dan perangkat desa setempat.
Arif menjelaskan bahwa laporan masyarakat menjadi kunci bagi pemerintah untuk memenuhi hak dasar penyintas ODGJ. Ia menekankan bahwa praktik pemasungan secara nyata memperburuk kondisi fisik dan psikososial korban.
Komitmen Jatim Bebas Pasung
Evakuasi SM merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menghapus praktik pasung di seluruh wilayah. “Kami berkomitmen terus melakukan penjangkauan, penanganan, dan rehabilitasi bagi ODGJ agar mereka pulih dan kembali berfungsi secara sosial,” tambah Arif.
Sesaat setelah bebas dari pasungan, tim langsung merujuk SM ke RS Radjiman Wediodiningrat Lawang. Di sana, tim medis akan melakukan observasi mendalam guna menstabilkan kondisi fisik dan psikologis SM sebelum ia menjalani tahapan rehabilitasi sosial selanjutnya.
Melalui intervensi terpadu ini, Pemprov Jatim melalui Dinsos Jatim berharap SM dapat meraih kualitas hidup yang lebih layak dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.






