Buka Peluang Mandiri, Gadisku Ajak Teman Disabilitas Gabung Pelatihan Digital Sales Marketing

Surabaya, Sapapublik 

Sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas, komunitas GADISku (Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT Dinsos Jatim) resmi membuka rekrutmen untuk program Pelatihan Digital Sales Marketing Inklusif (Batch 1).

Bacaan Lainnya

Program yang didukung oleh kampanye Futuremakers dari Plan Indonesia ini ditargetkan bagi talenta muda disabilitas di wilayah Jawa Timur untuk menguasai strategi pemasaran modern.

Edy Cahyono, selaku penanggung jawab dari GADISku, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang khusus untuk menjembatani kesenjangan akses dunia kerja dan wirausaha digital bagi teman disabilitas.

“Fokus kami adalah memberikan pendampingan yang intensif hingga peserta benar-benar mandiri dalam mengelola unit usahanya atau siap terjun ke industri digital. Untuk bulan ini kami juga fokus untuk rekruitmen peserta,” ujarnya.

Detail Rekrutmen Pelatihan:

Materi Unggulan: Peserta akan dibekali ilmu Brand Building, strategi media sosial, hingga pemanfaatan aplikasi e-commerce.

Fasilitas Lengkap: Pelatihan ini bersifat 100% GRATIS, dilengkapi dengan uang transport bagi peserta, sertifikat resmi, serta akses ke kelompok UMKM Inklusi.

Kriteria Peserta:

  • Penyandang Disabilitas: Sensorik (penglihatan/pendengaran), fisik, intelektual, mental, atau disabilitas ganda (derajat ringan).
  • Teman disabilitas berusia 18-35 tahun.
  • Domisili diutamakan di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.
  • Terbuka untuk wilayah Mojokerto, Gresik, dan Lamongan.

Jadwal Penting:

  • Masa Pendaftaran: 1 – 31 Maret 2026.
  • Waktu Pelaksanaan: 9 – 11 April 2026.

Bagi calon peserta yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui tautan resmi s.id/PelatihanSalesMarketingBatch1. Untuk informasi lebih lanjut terkait teknis pendaftaran, calon peserta dapat menghubungi layanan informasi GADISku di nomor WhatsApp 0813-3040-7334.

Melalui program ini, diharapkan lahir generasi entrepreneur baru dari kalangan disabilitas yang mampu bersaing dan menciptakan peluang ekonomi mandiri di era digital.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *