BPBD Jatim Siagakan 38 Posko Lebaran, 300 Personel Dikerahkan Antisipasi Bencana

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto

Inti Berita:

  • BPBD Jawa Timur mendirikan 38 posko siaga di seluruh kabupaten/kota untuk mempercepat penanganan bencana selama mudik Lebaran.
  • Sebanyak 300 personel dan berbagai peralatan disiapkan, didukung operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menekan risiko banjir dan longsor.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya:

Sidoarjo, Sapapublik

Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, BPBD Jawa Timur bergerak cepat memperkuat kesiapsiagaan bencana dengan mendirikan 38 posko siaga di seluruh kabupaten/kota. Posko ini menjadi garda terdepan dalam merespons potensi bencana di tengah kondisi cuaca yang masih ekstrem

Seluruh posko tersebut terintegrasi dengan posko induk di tingkat provinsi, sehingga alur koordinasi dan distribusi informasi dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

300 Personel dan Peralatan Disiagakan

Untuk mendukung operasional di lapangan, BPBD Jatim menyiagakan sekitar 300 personel gabungan dari provinsi dan daerah. Mereka dilengkapi dengan berbagai peralatan, mulai dari pompa penyedot air, alat berat, hingga perlengkapan tanggap darurat

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto menegaskan, kesiapan ini penting untuk memastikan masyarakat dapat menjalani mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.

Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat

Dalam pelaksanaannya, BPBD Jatim juga menggandeng TNI, Polri, pemerintah daerah, serta relawan. Kolaborasi ini difokuskan pada penanganan cepat saat terjadi bencana, seperti tanggul jebol, longsor, hingga gangguan lalu lintas di jalur utama.

OMC Jadi Strategi Mitigasi

Selain posko, BPBD Jatim juga mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah rawan. Beberapa daerah yang menjadi perhatian antara lain Pasuruan, Mojokerto, Probolinggo, serta Lamongan yang masih mengalami banjir berkepanjangan.

Melalui kombinasi kesiapsiagaan posko dan intervensi cuaca, BPBD Jatim berharap risiko bencana selama periode Lebaran dapat ditekan, sehingga mobilitas masyarakat tetap lancar tanpa gangguan berarti.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *